
Jasa Tirta II gandeng PT Yodya Karya lakukan optimalisasi aset di lingkungan wilayah kerja Jasa Tirta II.
Sinergi BUMN ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Utama Jasa Tirta II Imam Santoso dan Direktur Utama Yodya Karya Colbert Thomas Pangaribuan di Kantor Perwakilan Jasa Tirta II, di Jakarta, pada Rabu (2/6).
Direktur Utama Jasa Tirta II, Imam Santoso mengatakan kerjasama ini sebagai langkah awal dan dasar serta kesepakatan masing-masing pihak untuk menyiapkan pelaksanaan kelayakan studi optimalisasi aset di lingkungan Jasa Tirta II.

Pengurus P3RI PTPN VII bersilaturahim dengan Direktur Ryanto Wisnuardhy didampingi Senior Executive Vice President (SEVP) Business Support Okta Kurniawan, bertempat di Ruang kerja Kantor Direksi PTPN VII, Rabu (2/6/2021).
Dalam pertemuan itu, Ryanto Wisnuardhy memaparkan banyaknya asset PTPN VII yang masih belum optimal dimanfaatkan. Banyak asset yang produktif namun masih belum maksimal pemanfaatannya.
Masih banyak asset yang kurang produktif, tapi masih memiliki potensi untuk dapat dioptimalkan. Misalnya asset ini bisa menambah luas areal PTPN VII, dan dilakukan kerjasama dengan pihak ketiga.
Pada kesempatan itu juga, Riyanto menjelaskan akan dilakukannya penggabungan pabrik gula yang dimiliki PTPN group. Sehingga menjadi satu kesatuan.
Pada kesempatan siang hari, Direktur silaturahmi dengan Kepala Perwakilan BPKP Lampung, didampingi SEVP Operation I Bapak Budi Susilo, Kepala Bagian Satuan Pengawas Internal Ary Askari dan Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan Bapak Bambang Hartawan.
Bertempat di Kantor Perwakilan Prov Lampung, rombongan Direktur disambut hangat oleh Sumitro beserta tim BPKP.
BPKP menjadi mitra perusahaan BUMN memperbaiki seluruh proses manajemen dalam mengelola aset negara ini dengan baik, tujuan agar apa yang menjadi keinginan kita semua, yakni pelaksanaan operasional perusahaan yang GCG, good corporate governance bisa berjalan dengan baik.

INALUM tandatangani MoU Konservasi Lahan di sekitar Danau Toba bersama PJT 1 dan Pemkab Toba pada Rabu (2/6) di Kantor Bupati Toba, Sumatera Utara.
MoU ini ditandatangani langsung oleh Direktur Eksekutif Operasi & Produksi INALUM sekaligus Plt. Direktur Eksekutif Sumber Daya Manusia INALUM, Rainaldy Harahap dan Bupati Toba, Poltak Sitorus serta pejabat PJT 1 yang hadir.
Penandatanganan MoU ini merupakan salah satu bentuk komitmen dan kepedulian INALUM dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup khususnya di kawasan Danau Toba.

𝘞𝘌𝘎𝘌 𝘗𝘦𝘳𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘋𝘦𝘴𝘵𝘪𝘯𝘢𝘴𝘪 𝘚𝘶𝘱𝘦𝘳 𝘗𝘳𝘪𝘰𝘳𝘪𝘵𝘢𝘴 𝘗𝘢𝘳𝘪𝘸𝘪𝘴𝘢𝘵𝘢 𝘕𝘢𝘴𝘪𝘰𝘯𝘢𝘭 𝘓𝘢𝘣𝘶𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘫𝘰
Pemerintah tengah fokus mengembangkan Destinasi Wisata Super Prioritas (DWSP). Nantinya, destinasi-destinasi tersebut tak hanya dapat menjadi daya tarik wisatawan saja, namun juga menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan warga setempat.
Destinasi Wisata Super Prioritas tersebut adalah Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, Likupang, serta Labuan Bajo.
WEGE turut serta dalam membangun sejumlah infrastruktur untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi Destinasi Wisata Super Prioritas.
Labuan Bajo tidak hanya menyuguhkan keindahan pariwisata bahari dengan pemandangan gugusan pulau-pulau kecil di sekitarnya, namun juga memiliki destinasi seperti Puncak Waringin, Goa Batu Cermin, kawasan Wei Cicu, Waterfront Marina, dan Bukit Pramuka yang tak kalah menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan PT Timah adalah melakukan reklamasi yakni menanam kembali lahan bekas tambang dengan beberapa tumbuhan lokal maupun tumbuhan daerah tropis dari negara lain. Salah satunya adalah dengan tanaman buah naga.
Tanaman Buah Naga berasal dari negara Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Tanaman ini hidup dengan baik pada kondisi kering dengan curah hujan rendah.
Dalam perawatan tanaman buah naga di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, PT Timah Tbk selalu melibatkan masyarakat sekitar agar menumbuhkan rasa memiliki sehingga tanaman dapat tumbuh dan terpantu dengan baik.

Krakatau Steel kembali mencatatkan laba bersih di Kuartal I 2021 sebesar Rp329 miliar. Pencapaian ini merupakan tren berkelanjutan dari Krakatau Steel dalam perolehan laba setelah di tahun 2020 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp326 miliar.
Kinerja Perseroan juga menunjukkan perbaikan sebesar 77% karena adanya peningkatan EBITDA secara signifikan dari Rp429 miliar pada Kuartal I 2020 menjadi Rp758 miliar di Kuartal I 2021.
Krakatau Steel di Kuartal I 2021 pun berhasil membukukan kenaikan nilai penjualan sebesar 56% menjadi Rp6,9 triliun dari yang sebelumnya Rp4,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi arus kas, Krakatau Steel berhasil membukukan kenaikan arus kas dari aktivitas operasi sebesar 138,4% menjadi Rp339,8 miliar di Kuartal 1 2021 dari Rp142,5 miliar di periode yang sama tahun lalu. Peningkatan arus kas operasi ini terutama disebabkan oleh kenaikan penerimaan kas dari pelanggan sebesar 48,6%. Hal ini menyebabkan peningkatan posisi kas dan setara kas Krakatau Steel menjadi Rp1,7 triliun dibandingkan posisi Kuartal 1 2020 yang sebesar Rp911,3 miliar, serta menunjukkan kemampuan pengelolaan kas Perseroan yang membaik.
Krakatau Steel ke depan menargetkan peningkatan pendapatan menjadi Rp28 triliun pada tahun 2021 atau meningkat 43% dibanding realisasi tahun 2020.















