PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) membidik penghimpunan dana murah (CASA) hingga Rp5 triliun dalam satu tahun ke depan seiring rebranding produk tabungan hasil sinergi dengan PT Pos Indonesia (Persero) dari e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan rebranding dirancang untuk menjangkau lebih luas masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar alias 3T, sekaligus membidik generasi muda, khususnya Gen Z, melalui pemanfaatan layanan digital Bale by BTN dengan fitur cardless di jaringan kantor pos.
“Dengan rebranding ini, BTN dan Pos Indonesia berharap semakin banyak nasabah di daerah 3T dan generasi muda yang tertarik memanfaatkan transaksi perbankan berbasis digital. Inovasi ini diharapkan meningkatkan pertumbuhan dana murah dalam bentuk tabungan dan giro,” ujar Nixon dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (11/1/2026).
Produk tabungan ini sejatinya telah diluncurkan sejak 2005 dan kini diperkenalkan kembali sebagai Tabungan BTN Pos dengan pendekatan teknologi untuk menjawab perubahan perilaku nasabah.
Melalui fitur cardless, nasabah tidak lagi diwajibkan membawa buku tabungan saat bertransaksi di kantor pos, melainkan cukup menggunakan aplikasi Bale by BTN.
BTN akan mendorong produk ini secara agresif dengan mengoptimalkan jaringan Pos Indonesia yang tersebar hampir di setiap kecamatan.
“Target kita jelas menuju Rp5 triliun. Kantor pos lokasinya sangat strategis dan menjangkau wilayah yang belum tersentuh layanan BTN,” tegas Nixon.
Sementara itu, Plt Direktur Utama Pos Indonesia Haris menegaskan kolaborasi BTN dan Pos Indonesia telah berlangsung sejak awal 1950-an dan terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman. “Kerja sama ini sudah berjalan sekitar 76 tahun, dari Tabanas, Batara, Batara Pos, hingga kini menjadi Tabungan BTN Pos,” ujarnya.
Hingga saat ini, BTN mencatat lebih dari 500.000 nasabah e’Batarapos yang dilayani oleh hampir 3.000 outlet kantor pos di seluruh Indonesia. Dengan perluasan layanan melalui Pos Indonesia, BTN melihat potensi penghimpunan dana masyarakat semakin besar.
Sumber Bisnis, edit koranbumn

















