Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan langkah tersebut diambil untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih terintegrasi, aman, serta menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah yang semakin mengandalkan layanan digital.
“Transformasi ini merupakan bagian dari komitmen BNI dalam menghadirkan layanan digital yang lebih aman, cepat, dan relevan dengan kebutuhan nasabah saat ini. Kami memastikan proses perpindahan berjalan lancar serta tetap mengutamakan kenyamanan dan keamanan transaksi nasabah,” ujar Okki dalam keterangan tertulis,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).
Penutupan layanan Internet Banking akan dilakukan secara bertahap. Mulai 21 April 2026, BNI akan melakukan pembatasan akses kepada sebagian nasabah, sebelum akhirnya layanan tersebut dihentikan sepenuhnya pada 4 Mei 2026.
BNI mengimbau nasabah untuk segera melakukan migrasi dengan mengunduh dan mengaktifkan aplikasi wondr by BNI melalui toko aplikasi agar tetap dapat mengakses layanan perbankan digital tanpa kendala. Sementara itu, bagi nasabah yang menggunakan rekening giro sebagai sumber dana transaksi, perseroan menyediakan alternatif layanan melalui BNIdirect yang dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi bisnis secara lebih komprehensif.
Selama masa transisi, BNI memastikan dukungan layanan melalui berbagai kanal, mulai dari call center, kantor cabang, hingga kanal informasi resmi. Perseroan juga menegaskan bahwa seluruh data dan histori transaksi nasabah tetap aman sesuai standar keamanan perbankan yang berlaku.
“BNI menyediakan berbagai kanal bantuan agar proses onboarding wondr by BNI maupun BNIdirect Bisnis dapat berjalan dengan lancar tanpa mengganggu aktivitas transaksi nasabah,” kata Okki.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















