Direktur Utama BRI Finance Wahyudi Darmawan menuturkan hal itu didukung oleh penguatan kerja sama dengan mitra dealer serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.
“Dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang prudent,” ucapnya
BRI Finance, katanya, menilai pembiayaan kendaraan bermotor masih menjadi salah satu kontributor utama dalam pertumbuhan piutang pembiayaan di industri multifinance.
“Hal itu karena seiring tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang,” sebut Wahyudi.
Wahyudi meneruskan, sepanjang 2025 kontribusi terbesar terhadap total piutang pembiayaan perusahaan masih didominasi oleh pembiayaan kendaraan bermotor, baik yang baru maupun bekas.
Sebab demikian, pihaknya akan terus mengoptimalkan segmen tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas portofolio perusahaan.
Di lain sisi, Wahyudi pun membeberkan masih ada tantangan yang perlu dihadapi industri multifinance dalam mendorong pertumbuhan piutang pembiayaan pada 2026.
“Antara lain dinamika kondisi ekonomi global dan domestik yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat, tingkat suku bunga, serta persaingan industri yang semakin kompetitif,” bebernya.
Untuk menghadapi tantangan itu, lanjutnya, BRI Finance terus memperkuat manajemen risiko, meningkatkan kualitas analisa pembiayaan, dan mengoptimalkan kolaborasi dengan mitra bisnis agar pertumbuhan dapat tetap terjaga secara sehat dan berkelanjutan.
Sebab itu pula, perusahaan memandang outlook piutang pembiayaan pada tahun ini masih memiliki prospek yang positif. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat.
“Perusahaan fokus pada penguatan kolaborasi dengan mitra bisnis, optimalisasi kanal distribusi, serta peningkatan kualitas layanan dan proses digitalisasi,” ucapnya.
Di sisi lain, imbuhnya, perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui penguatan proses underwriting dan monitoring kualitas portofolio guna menjaga pertumbuhan bisnis tetap berkualitas.
Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan piutang pembiayaan perusahaan multifinance pada 2026 tumbuh 6%—8% (year on year/YoY).
Menanggapi hal itu, BRI Finance menilai ini adalah sinyal positif bagi pertumbuhan industri pembiayaan pada 2026, seiring membaiknya aktivitas ekonomi dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat.
“Pertumbuhan piutang pembiayaan diperkirakan didorong oleh peningkatan permintaan pembiayaan kendaraan, penguatan kolaborasi dengan mitra bisnis, serta optimalisasi layanan dan digitalisasi proses pembiayaan,” pungkasnya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn













