• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 24 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

BRI Menilai Pembentukan Holding Ultra Mikro Berdampak Positif Bagi Kinerja Bisnis PNM dan Pegadaian

by redaksi
3 Februari 2021
in Berita
0
Diakuisisi BRI, Danareksa Sekuritas Target Tambah 50.000 Akun Nasabah Baru Hingga Akhir 2020
0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menilai pembentukan holding ultra mikro yang direncanakan Kementerian BUMN akan berdampak positif bagi kinerja bisnis PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan PT Pegadaian (Persero). Hal positif yang dirasakan penurunan tingkat bunga pembiayaan dan keberlangsungan usaha.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan besaran penurunan sekitar tiga persen bagi Permodalan Nasional Madani dan sebesar 1,5 persen bagi Pegadaian. “Paling utama dirasakan bagi debitur PNM dan Pegadaian adalah penurunan tingkat suku bunga pinjaman dari posisi saat ini, sehingga efisien,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/1).

RelatedPosts

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

Sunarso menjelaskan efisiensi suku bunga dapat dilakukan dua cara. Pertama ekses likuiditas dari BRI yang rata-rata setiap hari BRI memiliki cadangan sekunder atau secondary reserve sebesar Rp 150 triliun.

“Secondary reserve Rp 150 triliun ditempatkan pada money market dengan yield atau imbal hasil tiga persen, sedangkan pendanaan PNM dan Pegadaian sumber pendanaanya dari loan atau pinjaman, dari instrumen masih di atas lima persen. Jadi kalau bisa itu mendapatkan pendanaan dari BRI secara langsung,” jelasnya.

Kedua, Permodalan Nasional Madani dan Pegadaian bisa melakukan surat utang dengan tingkat bunga yang lebih rendah jika diberikan penjaminan oleh BRI. “Jadi keuntungan pertama mengefisienkan cost of fund, yang kedua adalah mengefisienkan overrated cost karena jaringannya bisa digunakan bersama-sama,” ucapnya.

Sunarso menyebut penurunan tingkat bunga pembiayaan akan memiliki selisih yang jauh jika dibandingkan lembaga lain atau bahkan yang diberikan oleh rentenir. Sebab, nantinya pembentukan holding akan memperbesar sebaran perusahaan ke pengusaha ultra mikro yang jumlahnya 30 juta dan belum tersentuh lembaga keuangan formal.

“Coba liat berapa mereka dapat dana dimana. Mereka ambil dari rentenir ambil empat kembali enam dan kembali pertahun bisa 100 persen sampai 500 persen,” tegasnya.

Selain dari sisi cost yang dikenakan kepada nasabah, nantinya juga ada efisiensi dari sisi offer rate cost, karena penggunaan jaringan yang digunakan bersama oleh ketiga perusahaan. Saat ini bisnis Pegadaian mulai terganggu adanya pembiayaan fidusia dengan agunan sertifikat dan fintech yang sama sekali tidak memerlukan agunan.

“Pegadaian tantangannya adalah kalau ternyata pembiayaan berbasis fidusia itu lebih cepat dan fintech lebih cepat dan tidak harus menyerahkan barang, maka market gadai sendiri akan menjadi mix market yang pertumbuhannya terbatas sehingga kalau mau survive ya memang harus ikut-ikutan masuk di fidusia dan bahkan fintech,” jelasnya.

Sunarso menilai pembentukan ekosistem ultra mikro akan membuat bisnis masing-masing perusahaan tetap akan pada core-nya. Dari sisi kepemilikan, kata Sunarso, saham Pegadaian dan PNM masih berupa saham dwiwarna yang dimiliki oleh pemerintah.

Dari sisi lain, peleburan tersebut tidak akan memengaruhi karyawan masing-masing karyawan pada tiga BUMN tersebut.

“Bahwa outlet Pegadaian atau PNM dan orang-orangnya itu tetap akan bekerja seperti semula, jadi memang tidak ada perubahan bahkan mungkin diberikan kesempatan untuk menggunakan outlet BRI yang lebih luas, kira-kira itu tentang outlet dan orang,” katanya.

Merger tersebut, berdasarkan diskusi bersama Kementerian BUMN dijelaskannya tak akan mengganggu bisnis masing-masing, baik BRI, PNM, maupun Pegadaian. “Dengan dimasukkan ekosistem ini sesungguhnya adalah justru untuk menjaga masing-masing supaya tetap fokus bisnis model dan kulturnya masing-masing. Jadi, PNM jadi makin fokus group lending dan menangani yang belum layak ke bank. Pegadaian makin fokus digadai yang memberikan pinjaman berdasarkan hukum gadai,” ucapnya.

Sumber Republika, edit koranbumn

Previous Post

Elnusa Group Salurkan Bantuan Rp150 Juta untuk Bencana di Indonesia

Next Post

GMF akan Mulai Garap Pasar Pesawat Angkut Milik Industri Pertahanan Indonesia.

Related Posts

KPBN Gelar Gowes Seduluran
Berita

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

23 Januari 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

23 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Anak Perusahaan

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri
Berita

InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Surveyor Indonesia, Petrokimia Gresik, Peruri, WIKA Gedung, Pusri, PLN, Bulog, Danareksa
Anak Perusahaan

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Potensi Serapan PPN Transaksi Luar Negeri oleh Anak Usaha BUMN Mencapai Rp84 triliun per tahun

23 Januari 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

Nuon Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Program ‘Thrift & Give’

23 Januari 2026
Next Post
GMF Kebanjiran Permintaan Desinfeksi dari Berbagai Maskapai Mancanegara

GMF akan Mulai Garap Pasar Pesawat Angkut Milik Industri Pertahanan Indonesia.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC

Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) Package 3 Terus Dikebut, Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Lingkungan Jakarta

10 jam ago
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB

TIMAH Dukung Koperasi dalam Kemitraan Penambangan, Perkuat Pelibatan Masyarakat Lokal

4 hari ago
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

Komitmen BNI Mendorong Transformasi Digital UMKM

2 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Salurkan Hibah Teknologi Tepat Guna untuk 100 UMK Program UMK Academy

1 hari ago
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC
Uncategorized

Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) Package 3 Terus Dikebut, Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Lingkungan Jakarta

by redaksi
23 Januari 2026
0

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku pemilik...

Read more
KPBN Gelar Gowes Seduluran

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

23 Januari 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

23 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri

InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

23 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In