• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 5 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

BRI Pastikan Holding Ultra Mikro Tidak akan Mematikan Koperasi

by redaksi
10 Agustus 2021
in Berita
0
Diakuisisi BRI, Danareksa Sekuritas Target Tambah 50.000 Akun Nasabah Baru Hingga Akhir 2020
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pembentukan holding BUMN ultra mikro yang fokus menyasar masyarakat di segmen usaha skala paling kecil dan belum tersentuh oleh lembaga keuangan formal, dipastikan tidak akan mematikan keberadaan koperasi.

Terlebih, koperasi dapat dilibatkan dan menjadi bagian dari ekosistem tersebut, sehingga mampu menghadirkan layanan yang efisien melalui digitalisasi.

RelatedPosts

Askrindo Beri Pelindungan untuk 10.000 Mitra UMKM Alfamart

Mendiktisaintek, Menteri LH, dan Dirut PINDAD Laksanakan Rakortas Pengelolaan Sampah

Sinergi Pos dan Garuda Indonesia Dorong Kelancaran Logistik Haji 2026

“Mereka (koperasi) kita libatkan dalam ekosistem ini dan mereka didigitalkan juga, mereka bagian dari ekosistem ini. Kalau rentenir saja bisa kita jadikan agen, kemudian memberikan layanan efisien dengan digital, maka koperasi-koperasi pun akan lebih bisa lagi,” kata Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Sunarso.

Pernyataan Sunarso tersebut menjawab kekhawatiran sejumlah pihak yang menilai bahwa keberadaan holding ultra mikro dapat mematikan koperasi.

Seperti diketahui, pemerintah berniat membentuk holding ultra mikro yang melibatkan tiga BUMN yakni BRI, PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Kehadiran holding tersebut ditujukan bagi masyarakat yang belum bankable melalui perluasan jangkauan layanan dan integrasi, yang ditargetkan untuk mendorong peningkatan inklusi keuangan nasional.

Sejauh ini, peran besar segmen mikro dan ultra mikro dalam menopang perekonomian nasional belum diimbangi pemberdayaan dan akses pembiayaan yang merata terutama di segmen usaha ultra mikro.

Mengacu data BRI, dari sekitar 45 juta usaha ultra mikro pada 2018, hanya sekitar 15 juta unit usaha ultra mikro yang baru memperoleh akses pendanaan dari lembaga keuangan formal.

Sekitar 12 juta usaha ultra mikro lainnya mendapatkan akses pendanaan dari sumber informal seperti rentenir dan keluarga atau kerabat. Adapun sekitar 18 juta usaha ultra mikro lainnya belum mendapatkan akses pendanaan sama sekali.

“Jadi secara ekonomi, holding memberikan nilai tambah bagi pemegang saham di segitiga ini (BRI, Pegadaian dan PNM). Secara sosial meningkatkan kapabilitas masyarakat, terutama di ultra mikro melalui pemberdayaan dan sustainable. Ini akan meningkatkan kontribusi terutama meningkatkan inklusi keuangan secara berkelanjutan,” jelas dia dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Senin (9/8).

Selain itu, Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Usaha Sejahtera, Karsan mengungkapkan, pihaknya sepakat dengan langkah pemerintah membentuk holding ultra mikro. Mengingat segmen ini perlu terus digarap karena masih banyak pelaku usaha yang belum tersentuh layanan keuangan formal.

Karsan berharap integrasi yang tercipta dalam holding dapat tetap terbuka dan bersinergi dengan koperasi. “Kami tidak terlalu khawatir dengan kompetisi, karena anggota koperasi itu loyal. Namun kami butuh juga integrasi untuk bisa perluasan, terlebih kami bisa melakukan pemberdayaan lebih kuat dibanding perbankan,” lanjut dia.

Senada, Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Soliamitra, Suhada menegaskan, holding ultra mikro adalah terobosan dari pemerintah untuk dapat lebih mengintegrasikan kinerja perusahaan pelat merah dalam membantu pelaku usaha di segmen mikro dan ultra mikro.

“Kami tentu ikut mendukung upaya pembentukan holding. Apalagi kami melihat tujuannya baik untuk integrasi (menopang kinerja usaha mikro),” ujar dia.

Dengan adanya holding, Suhada juga berharap layanan jasa keuangan oleh perusahaan pelat merah akan semakin luas. Di sisi lain, Suhada meyakini ongkos jasa layanan keuangan akan terpangkas dengan kehadiran holding sehingga menguntungkan pelaku usaha kecil dan koperasi.

Terkait hal tersebut, Sunarso memastikan, pihaknya sudah menetapkan value proposition bagi pelaku usaha ultra mikro, sebagai target pasar dari holding tersebut. Yakni produk yang komprehensif, kemudian akses yang lebih luas, dan yang terpenting adalah integrasi data base.

Untuk itu, langkah tersebut menurutnya perlu ditopang dengan joint customer acquisition, penyediaan micro payment hingga layanan beyond banking.

Melalui nilai-nilai yang dijanjikan tersebut harapannya dapat mengubah persepsi di masyarakat bawah bahwa transaksi melalui layanan jasa keuangan resmi tidak sulit.

Dengan demikian pelaku usaha ultra mikro bisa mengambil manfaat yang optimal atas holding yang memang dihadirkan negara untuk mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan segmen tersebut.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya mengungkapkan bahwa dalam dalam waktu dekat BRI akan melakukan rights issue guna memuluskan rencana holding ultra mikro. Melalui aksi tersebut, Pegadaian dan PNM akan masuk ke ekosistem ultra mikro di bawah kendali BRI.

“Ini akan jadi suatu game changer kita ingin bahwa Himbara tidak hanya akan memberikan pembiayaan ke sektor formal tapi setengah formal juga,” ujar Tiko.

Dia menjelaskan dengan adanya holding ultra mikro ini, BRI dapat menjangkau kredit yang di bawah Rp 10 juta. Dia menambahkan hingga saat ini terdapat 60 juta orang yang belum bisa capai mengakses pembiayaan yang formal dan diharapkan ke depannya 30 juta orang dapat diarahkan ke sektor formal.

Sumber Kontan, edit koranbumn

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Previous Post

Tahun 2021, Strategi Bank Mandiri Optimalisasi Layanan ATM

Next Post

Bank Syariah Indonesia Lakukan Proses Automigrasi Rekening Lebih dari 1 juta Rekening Nasabah ex BNI Syariah

Related Posts

Askrindo Cover Asuransi Kecelakaan Diri  pada Gelaran JogjaROCKarta 2020
Berita

Askrindo Beri Pelindungan untuk 10.000 Mitra UMKM Alfamart

5 April 2026
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan
Berita

Mendiktisaintek, Menteri LH, dan Dirut PINDAD Laksanakan Rakortas Pengelolaan Sampah

5 April 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution
Berita

Sinergi Pos dan Garuda Indonesia Dorong Kelancaran Logistik Haji 2026

5 April 2026
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA
Berita

PTBA Cetak Pertumbuhan Operasional, Produksi dan Penjualan Meningkat di Tengah Dinamika Harga Global 2025

5 April 2026
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC
Berita

WIKA Mencatatkan Penurunan Utang Usaha sebesar Rp 1,79 triliun dan Kontrak Baru senilai Rp 17,46 triliun Sepanjang 2025

5 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Anak Perusahaan

Danantara Akuisisi 3 Perusahaan Manajemen Investasi BUMN senilai Rp2,3 triliun

5 April 2026
Next Post
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Bank Syariah Indonesia Lakukan Proses Automigrasi Rekening Lebih dari 1 juta Rekening Nasabah ex BNI Syariah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.

Konsisten Jalankan Transformasi, SIG Catatkan Profitabilitas di Tengah Tantangan Industri pada 2025

12 jam ago
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA

Bukit Asam Mencatat Kenaikan Volume Produksi dan Penjualan Sepanjang 2025

1 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Konsolidasi Bisnis Manajemen Aset, BNI Lakukan Pengalihan Saham BNI Asset Management

12 jam ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Tembus Rp5,7 Miliar, Program Pendampingan Pertapreneur Aggregator Sukses Perkuat Ekosistem dan Dongkrak Pendapatan UMK

3 hari ago
Askrindo Cover Asuransi Kecelakaan Diri  pada Gelaran JogjaROCKarta 2020
Berita

Askrindo Beri Pelindungan untuk 10.000 Mitra UMKM Alfamart

by redaksi
5 April 2026
0

Sebagai bentuk dukungan nyata bagi pelaku UMKM, PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo, anggota holding Asuransi dan Penjaminan, Indonesia Financial...

Read more
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan

Mendiktisaintek, Menteri LH, dan Dirut PINDAD Laksanakan Rakortas Pengelolaan Sampah

5 April 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution

Sinergi Pos dan Garuda Indonesia Dorong Kelancaran Logistik Haji 2026

5 April 2026
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA

PTBA Cetak Pertumbuhan Operasional, Produksi dan Penjualan Meningkat di Tengah Dinamika Harga Global 2025

5 April 2026
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC

WIKA Mencatatkan Penurunan Utang Usaha sebesar Rp 1,79 triliun dan Kontrak Baru senilai Rp 17,46 triliun Sepanjang 2025

5 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In