• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 10 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

BSI Optimalisasi Inovasi Keuangan Sosial Islam Atasi Tantangan Ekonomi Global

by redaksi
7 Agustus 2025
in Berita
0
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai lokomotif ekonomi syariah di Tanah Air, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI memiliki strategi dalam menghadapi tantangan ekonomi global melalui optimalisasi inovasi keuangan sosial Islam.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta ketika menjadi panelis pada acara Menara Syariah-INCEIF University Symposium 2 pada Senin (4/8) di Menara Syariah, PIK 2, Banten. Dalam kesempatan tersebut, Bob menjelaskan bahwa BSI telah menetapkan Kerangka Kerja Keberlanjutan yang mengacu dan selaras dengan Maqashid Syariah.

RelatedPosts

Industri Pertahanan Maritim Dorong Pertumbuhan Ekonomi secara Signifikan

Estimasi Emisi 8,9 Juta kg CO₂e dari Perjalanan Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, KA Jarak Jauh Lebih Efisien Dibanding Kendaraan Pribadi

Kinerja Keuangan Terjaga, Jamkrindo Perluas Dukungan bagi UMKM dan Koperasi

Kerangka Kerja Keberlanjutan BSI tersebut ditopang oleh tiga pilar utama. Pertama, perbankan berkelanjutan melalui portofolio, produk, kebijakan, hingga tataran manajemen risiko. Kedua, operasional berkelanjutan untuk merealisasikan nol emisi dalam operasional perusahaan. Ketiga, inklusi keuangan dan distribusi ZISWAF.

“BSI berkomitmen untuk mewujudkan perbankan syariah yang mencerminkan Islam sebagai Rahmatan Lil’alamin melalui penerapan keuangan berkelanjutan. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan sinergi antara pertumbuhan bisnis, kebaikan dan manfaat bagi masyarakat dan nasabah, kesejahteraan lingkungan dan masyarakat, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” kata Bob menekankan.

Bob juga menegaskan bahwa perseroan menerapkan usaha keberlanjutan dengan memenuhi perannya dalam kepatuhan regulasi, memberikan manfaat komersial, dan mendorong penciptaan nilai jangka panjang. Sebagai salah satu realisasinya, terlihat dari portofolio pendanaan berkelanjutan yang telah dilakukan perseroan.

Dalam hal ini BSI menawarkan produk-produk dana berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen terhadap investasi yang bertanggung jawab dan pengembangan ekonomi hijau yang sesuai dengan prinsip syariah. Di antaranya melalui Sukuk Berkelanjutan yang telah dilaksanakan melalui 2 tahap.

Adapun tahap yang telah dilaksanakan adalah Tahap I 2024 yang menyasar dana Rp3 triliun dengan kelebihan permintaan hingga 3 kali. Juga tahap II 2025 yang menyasar dana Rp5 triliun dengan kelebihan permintaan 4,4 kali.

Bahkan manfaat Sukuk Keberlanjutan Tahap I telah dilaporkan perseroan. Seperti di ‘sektor hijau’ melalui pembangunan proyek energi terbarukan, pengelolaan air dan air limbah berkelanjutan, hingga produk-produk ramah lingkungan. Ada pula manfaat di sektor sosial, seperti akses ke layanan esensial, pemberdayaan kemampuan kerja dan pembiayaan UMKM, hingga membangun ketahanan pangan dan pangan berkelanjutan, serta pemberdayaan sosial ekonomi.

“Sejak berdiri BSI konsisten meningkatkan portofolio pembiayaan berkelanjutan sebagai komitmen kuat mendukung pembangunan ekonomi yang hijau, sosial, dan inklusif. Contohnya pembiayaan berkelanjutan BSI hingga Maret 2025 meliputi Pembiayaan Hijau sebesar Rp14,6 triliun, tumbuh 16,64% Year On Year. Ada juga pembiayaan sosial sebesar Rp57.9 triliun atau tumbuh 24,36% Year On Year,” ujar Bob.

Untuk pembiayaan sosial BSI, lanjut Bob, terdiri dari pembiayaan UMKM dan PBR (Perorangan Berpenghasilan Rendah). Tak hanya itu, kontribusi BSI terlihat pula dari zakat perusahaan dan karyawan yang terus meningkat. Pada 2024 jumlahnya mencapai Rp268,5 miliar, menjadikan BSI sebagai institusi penyumbang zakat terbesar di Indonesia.

Jika ditotal, dari mulai berdiri sejak 2021 hingga Maret 2025, BSI telah berhasil menghimpun zakat perusahaan sebesar Rp727 miliar, zakat karyawan mencapai Rp145 miliar, serta zakat nasabah dan masyarakat sebesar Rp160 miliar.

Adapun dana zakat BSI yang disalurkan melalui lembaga zakat ditujukan untuk 5 pilar utama. Pertama adalah ekonomi, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan desa, UMKM, perempuan, dan penyandang disabilitas

Kedua, pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia di antaranya melalui Beasiswa BSI. Ketiga adalah bidang kemanusiaan dengan memberikan bantuan kemanusiaan kepada anak yatim dan masyarakat terdampak bencana

Selanjutnya adalah bidang kesehatan, guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui layanan pemeriksaan kesehatan. Selanjutnya adalah bidang dakwah dan advokasi untuk mendukung literasi edukasi syariah.

“Alhamdulillah, peningkatan zakat ini mencerminkan pertumbuhan laba bersih perusahaan yang solid. Dengan pertumbuhan laba dua digit, kontribusi zakat pun meningkat. Hingga Maret 2025, lebih dari 200.000 masyarakat Indonesia telah merasakan manfaat dari penyaluran zakat BSI. InsyaAllah, jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan kinerja BSI dan meningkatnya penyaluran dana zakat,” kata Bob penuh optimisme.

Inovasi

Bob menjelaskan, bahkan dalam konteks penghimpunan zakat ini perseroan bersama BAZNAS dan UNDP memprakarsai Kerangka Kerja Zakat Hijau di Forum Zakat dan Wakaf Dunia 2024. Inovasi ini tak kalah penting, di mana Zakat Hijau berfungsi sebagai enabler untuk mengukur dampak sosial dan lingkungan.

Zakat Hijau merupakan strategi inovatif untuk memanfaatkan dana zakat guna mendorong keberlanjutan lingkungan dan mengatasi tantangan terkait perubahan iklim. Sebagaimana diuraikan dalam Prospek Zakat 2025, implementasi Zakat Hijau yang efektif memerlukan kolaborasi antarberbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil.

Inisiatif Zakat Hijau ini telah dipresentasikan oleh BSI di Markas Besar PBB di New York. Dalam forum ini, BSI berkolaborasi dengan Bappenas, di mana Zakat Hijau disorot sebagai salah satu instrumen yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Hal ini menunjukkan bahwa Inisiatif Zakat Hijau menarik sebagai instrumen Keuangan Sosial Islam yang mendukung pengentasan kemiskinan dan Mitigasi Perubahan Iklim. Melalui kerja sama yang kuat, inisiatif Zakat Hijau dapat terintegrasi secara mulus ke dalam kebijakan pembangunan nasional, sehingga memperkuat dampaknya secara keseluruhan,” pungkas Bob.

Adapun Menara Syariah adalah bagian dari pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, yang dirancang sebagai pusat keuangan berbasis syariah pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara. Sedangkan INCEIF University, atau International Centre for Education in Islamic Finance adalah universitas Islam di Malaysia yang didirikan olehBank Sentral Malaysia pada 2005. INCEIF berfokus pada pendidikan, pelatihan, dan penelitian di bidang keuangan Islam, serta diakui secara internasional sebagai lembaga terkemuka dalam bidang tersebut.

Previous Post

Efisiensi dan Utilisasi untuk Ekspor, Jadi Kunci SIG Jaga Profitabilitas di Tengah Tantangan Pasar Domestik

Next Post

CEO Danantara Rosan Roeslani Ungkap Rencana Restrukturisasi Utang Kereta Cepat

Related Posts

Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

Industri Pertahanan Maritim Dorong Pertumbuhan Ekonomi secara Signifikan

10 April 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

Estimasi Emisi 8,9 Juta kg CO₂e dari Perjalanan Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, KA Jarak Jauh Lebih Efisien Dibanding Kendaraan Pribadi

10 April 2026
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat
Berita

Kinerja Keuangan Terjaga, Jamkrindo Perluas Dukungan bagi UMKM dan Koperasi

10 April 2026
Kepala BP BUMN Dony Oskaria Memimpin Pelepasan 1.066 relawan BUMN dan 109 armada Bantuan Aksi Kemanusian Bencana Sumatera
Berita

Penataan Kawasan Bantaran Rel dan Penyediaan Hunian Layak Terus Dipercepat

10 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Mengumumkan Pembentukan Holding DENERA Sebagai Holding Bisnis Sampah Menjadi Listrik

10 April 2026
Petrokimia Gresik Edukasi Masyarakat Terkait Penyebaran Virus Corona
Berita

Argus Fertilizer Asia Conference 2026: Hadapi Gejolak Global, Petrokimia Gresik Perkuat Strategi Pengamanan Bahan Baku

10 April 2026
Next Post
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

CEO Danantara Rosan Roeslani Ungkap Rencana Restrukturisasi Utang Kereta Cepat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

ID FOOD Siap Dukung Penguatan Pertanian Wilayah Indonesia Timur

ID Food Mengajukan Dukungan Pemerintah Berupa Subsidi Bunga hingga Subsidi Logistik sebagai Penyangga Ketahanan Pangan Nasional

1 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

COO Danantara, Dony Oskaria Menanggapi Nasib Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melewati Selat Hormuz.

2 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Konsolidasi Bisnis Manajemen Aset, BNI Lakukan Pengalihan Saham BNI Asset Management

5 hari ago
SIER Rayakan Hari Jadi yang Ke 46

SIER Menggelar Townhall Meeting 2026

2 hari ago
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

Industri Pertahanan Maritim Dorong Pertumbuhan Ekonomi secara Signifikan

by redaksi
10 April 2026
0

PT PAL Indonesia meyakini industri pertahanan maritim bisa menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Direktur Teknologi PT PAL, Briljan Gazalba, menegaskan...

Read more
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Estimasi Emisi 8,9 Juta kg CO₂e dari Perjalanan Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, KA Jarak Jauh Lebih Efisien Dibanding Kendaraan Pribadi

10 April 2026
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat

Kinerja Keuangan Terjaga, Jamkrindo Perluas Dukungan bagi UMKM dan Koperasi

10 April 2026
Kepala BP BUMN Dony Oskaria Memimpin Pelepasan 1.066 relawan BUMN dan 109 armada Bantuan Aksi Kemanusian Bencana Sumatera

Penataan Kawasan Bantaran Rel dan Penyediaan Hunian Layak Terus Dipercepat

10 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Mengumumkan Pembentukan Holding DENERA Sebagai Holding Bisnis Sampah Menjadi Listrik

10 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In