PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mencatat realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP mencapai 6.749 unit sepanjang periode 1—31 Januari 2026, lampaui Himbara lainnya.
Jumlah itu lebih besar dibanding data yang dirilis Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yakni sebesar 4.160 unit. Perbedaan angka tersebut dikarenakan beberapa KPR Sejahtera FLPP yang sudah diakadkan BTN masih dalam proses penagihan ke BP Tapera.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan, kinerja positif ini melanjutkan konsistensi BTN sepanjang tahun lalu. Pada 2025, perseroan tercatat menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sebanyak 192.208 unit.
“Kami berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai bagian dari peran BTN sebagai mitra strategis pemerintah,” kata Nixon dalam keterangannya, dikutip pada Senin (16/2/2026).
Adapun tahun ini pemerintah menetapkan kuota nasional FLPP sebesar 350.000 unit. Dari total tersebut, BTN mendapat alokasi kuota sebanyak 172.000 unit.
BTN lantas menyatakan kesiapannya mengoptimalkan alokasi kuota yang diberikan dengan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, BP Tapera, serta mitra pengembang di berbagai wilayah.
“Transformasi digital dan optimalisasi jaringan distribusi akan terus kami dorong agar proses pembiayaan semakin cepat, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.
BP Tapera sebelumnya telah merilis realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP periode 1–31 Januari 2026. Secara nasional, realisasi mencapai 7.312 unit dengan nilai pembiayaan sebesar Rp912,4 miliar.
Dari jumlah tersebut, BTN memimpin dengan total penyaluran mencapai 4.160 unit, melampaui Himbara lainnya. Setelah BTN, Bank Syariah Nasional (BSN) mencatatkan penyaluran KPR Sejahtera FLPP sebanyak 861 unit, disusul Bank Mandiri 699 unit, BNI 616 unit, serta BRI 587 unit.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















