Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu memperkirakan rasio pembagian dividen (dividend payout ratio) berada pada kisaran 25—30% dari total laba.
“Mungkin kapitalnya kita akan sedikit kasih dividen payout lebih, ini 25—30%. Jadi, kalau ditanya tujuannya apa, untuk maximize ROE di tahun depan,” kata Nixon dalam konferensi pers Paparan Kinerja Tahun 2025, di Kantor BTN, Senin (9/2/2026).
Kendati begitu, Nixon mengaku masih akan membahas lebih lanjut mengenai pembagian dividen payout bersama Danantara. Nixon mengatakan, perseroan saat ini tengah fokus menjaga Return on Equity (ROE) agar bisa berada di atas 12% bahkan 14% di akhir tahun.
Histori Tebaran Dividen BBTN
Pada tahun buku 2024, BTN membagikan dividen senilai Rp751,83 miliar. Dalam catatan Bisnis, BTN meraup laba bersih Rp3 triliun pada 2024, sehingga total dividen itu setara dengan 25% dari laba perseroan. Nilai dividen tahun buku 2024 yang ditebar BTN setara dengan Rp53,57 per saham.
Para pemegang saham BTN juga menetapkan bahwa 75% dari laba tahun buku 2024 alias Rp2,25 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan perseroan.
Kemudian untuk tahun buku 2023, perseroan membagikan dividen tunai senilai Rp700,19 miliar alias Rp49,89 per saham. Dengan demikian, nilai tersebut mencerminkan rasio pembagian dividen sebesar 20% dari laba bersih BTN sebesar Rp3,5 triliun pada tahun yang sama.
Bank spesialis perumahan ini menebar dividen senilai Rp43,39 per saham, atau sebesar Rp609 miliar pada tahun buku 2022. Realisasi itu mencerminkan dividend payout ratio yang sama, yakni 20% dari laba bersih tahun buku 2022 senilai Rp3,04 triliun.
Sementara itu untuk tahun buku 2020, BTN memutuskan tidak membagikan dividen bagi para pemegang sahamnya. RUPS BTN kala itu menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku 2020 sebesar Rp1,6 triliun ditetapkan sebagai cadangan.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















