• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 7 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Buktikan Kualitas NPK Pelangi JOS, Produktivitas Jagung Lampung Selatan Naik 41 persen

by redaksi
28 Agustus 2022
in Berita
0
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Pupuk Kaltim, Pupuk Kujang, IPC
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Uji efektivitas NPK Pelangi JOS sebagai inovasi terbaru dari PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), kembali menunjukkan kenaikan signifikan hasil pertanian masyarakat melalui program Demonstration Plot (Demplot). Terbaru, komoditas jagung di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, naik sebesar 41 persen dari sebelumnya dengan masa tanam 110 hari untuk biji kering.

VP Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim Indah Febrianty, mengungkapkan kenaikan tersebut dilihat dari hasil panen rata-rata petani sebesar 7,8 ton per Hektare (Ha), dibanding perlakuan petani dengan hasil maksimal 5,5 ton/Ha. Jagung yang dilakukan demplot adalah varietas Arumba

RelatedPosts

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

“Hasil panen dihitung menggunakan parameter jagung pipil, dalam artian adalah hasil bersih tanpa tongkol,” ujar Indah, saat panen perdana hasil demplot pada Minggu (21/8/2022).

Selain diukur berdasarkan hasil panen, produktivitas tanaman menggunakan NPK Pelangi JOS juga terlihat dari batang serta daun jagung yang jauh lebih tinggi dan sehat. Berdasarkan sampel, tongkol jagung yang menggunakan produk terbaru Pupuk Kaltim itu mencapai tinggi rata-rata 17,77 centimeter (cm), sedangkan pada kontrol petani hanya berkisar 16,27 cm.

“Jadi selain penggunaan dosis yang lebih efisien, pertumbuhan tanaman juga jauh lebih sehat dari sebelumnya. Hal ini menunjukkan jika NPK Pelangi JOS cocok untuk berbagai jenis karakteristik lahan, dengan daya dukung optimal,” lanjut Indah.

NPK Pelangi JOS sebagai gabungan pupuk kimia dan hayati pertama di Indonesia, telah diperkaya dengan mikroba unggul yang berfungsi untuk menambat nitrogen, melarutkan fosfat, dan mendorong hormon pertumbuhan. Keunggulan ini mampu menjadikan tanah semakin kaya akan nutrisi tanpa harus kehilangan daya dukung lahan.

Produk ini juga bentuk dorongan Pupuk Kaltim agar petani dapat menjalankan praktik sustainable agriculture. Dimana NPK Pelangi JOS tak hanya memiliki unsur NPK, tapi juga agen hayati yang berfungsi memperkaya sifat biologis tanah agar tetap lestari, sehingga lahan terjaga untuk musim tanam selanjutnya.

Beberapa daerah yang telah melaksanakan uji coba demplot pun membuktikan efektivitas produk pada berbagai mokoditas, dengan peningkatan hasil panen rata-rata mencapai 15-50 persen dari sebelumnya untuk dosis 70 hingga 100 persen.

“Dari hasil demplot ini, kami harap petani tidak ragu dengan kualitas NPK Pelangi JOS. Jika diaplikasikan dengan dosis tepat, unsur hara akan cepat terurai dan tersedia bagi tanaman sehingga tidak menjadi residu dalam tanah,” tambah Indah.

Erwandi, Ketua Kelompok Tani Subur Makmur Desa Legundi, mengakui keunggulan NPK Pelangi JOS. Dari hasil panen, terlihat jika produktivitas tanaman dan hasil yang didapatkan mampu lebih tinggi dari sebelumnya, meski masa tanam dalam kondisi yang cukup ekstrem.

“Bahkan penggunaan dosis lebih rendah dari pemupukan biasa saja hasilnya jauh lebih maksimal. Kami sangat akui kualitas NPK Pelangi JOS melihat hasil panen kali ini,” kata Erwandi.

Senada, petani milenial Lampung Selatan Putu Satriawan, mengungkapkan NPK Pelangi JOS juga terbukti mampu menjadikan akar tanaman jagung lebih kokoh, sehingga serabut akar makin banyak dan penyerapan unsur hara pun menjadi lebih baik.

“Dengan perakaran yang lebih baik, maka penyerapan unsur hara juga makin maksimal. Hal ini bisa terlihat dari penggunaan NPK Pelangi JOS, dan sangat kami rekomendasikan bagi petani agar produktivitas hasil makin meningkat,” tutur Putu Satriawan.

Previous Post

Pupuk Indonesia Dukung Pengembalian Fungsi Ekologis Lahan Bekas Tambang di Bangka Belitung

Next Post

Kementerian BUMN Masih Lanjutkan Investasi BUMN di Bisnis Rintisan

Related Posts

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

7 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

7 Maret 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.
Berita

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

7 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Transaksi ZISWAF BSI Naik 14% Selama Ramadan

7 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

BULOG Resmi Melepas Kontainer Ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

7 Maret 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Anak Perusahaan

BRI Manajemen Investasi Targetk AUM Sebesar Rp500 miliar pada Tahun Pertama Peluncuran ETF Berbasis Emas

7 Maret 2026
Next Post
Simbol Era Kemandirian, Logo Baru Kementerian BUMN

Kementerian BUMN Masih Lanjutkan Investasi BUMN di Bisnis Rintisan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Masyarakat Antusias Mudik Gratis, Tiket Mudik Bareng Pertamina 2026 Ludes

2 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Saham BUMN di bawah Naungan Danantara Dinilai Memiliki Daya Tarik Investasi Jangka Panjang

6 hari ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Fitch Ratings Merevisi Prospek kredit Indonesia menjadi Negatif Sebelumnya Stabil

2 hari ago
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

PAL Indonesia: Konsolidasi Galangan Kapal Libatkan Industri Pendukung Maritim Dalam Negeri

3 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

by redaksi
7 Maret 2026
0

Sovereign Wealth Fund (SWF) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia memastikan telah berada di pasar modal Tanah Air meski tidak muncul di...

Read more
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

7 Maret 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

7 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Transaksi ZISWAF BSI Naik 14% Selama Ramadan

7 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

BULOG Resmi Melepas Kontainer Ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

7 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In