Perum BULOG memastikan kesiapan pengiriman perdana sebanyak 2.280 ton beras premium untuk memenuhi kebutuhan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2026. Kepastian ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mendukung pelayanan konsumsi jamaah di Tanah Suci sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen beras yang semakin kompetitif di pasar internasional.
Rakortas dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang menyampaikan bahwa segera akan diakukan pengiriman perdana beras untuk kebutuhan Jamaah Haji ini. Pemerintah menilai momentum ini menjadi simbol keberhasilan swasembada beras nasional serta kesiapan stok dalam negeri yang kuat.
“Untuk perdana ini sekitar 2.280 ton ya. Nanti lanjut akan dilanjutkan ke negara lain, tapi ini perdana ke Arab Saudi 2.280 ton,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan.
Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa BULOG telah menyiapkan seluruh aspek teknis dan logistik guna memastikan pengiriman berjalan tepat waktu dan sesuai standar mutu ekspor.
“Pengiriman tahap pertama sebanyak 2.280 ton ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi petugas haji yang tiba lebih awal. Kami memastikan kualitas produk, ketepatan waktu distribusi, serta keamanan pengiriman melalui jalur laut dengan estimasi waktu tempuh sekitar 30 hingga maksimal 45 hari,” ujarnya.
Pengiriman direncanakan berlangsung dalam dua tahap dengan dukungan dua kapal untuk menjaga kelancaran distribusi. BULOG juga memastikan bahwa pelaksanaan ekspor ini tidak akan mengganggu ketersediaan pasokan beras di dalam negeri, mengingat stok nasional dalam kondisi aman dan terkendali.
“Beras yang dikirim merupakan hasil pengadaan gabah segar hasil panen petani Indonesia dan diproses melalui Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi. Produk tersebut memiliki kadar air terjaga, tingkat pecahan rendah, telah melalui uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, serta mengantongi sertifikasi halal”, tambah Ahmad Rizal Ramdhani.
Sebelumnya, BULOG juga melakukan promosi dan business matching yang difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah guna memperluas akses pasar pangan Indonesia di kawasan Timur Tengah. Respons positif dari para importir dan penyedia katering haji dan umrah semakin memperkuat optimisme bahwa beras Indonesia mampu bersaing dan diterima dengan baik di pasar global.
BULOG menegaskan komitmennya dalam menjalankan penugasan pemerintah secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi Jamaah Haji Indonesia, sekaligus memperkuat diplomasi pangan nasional di tingkat internasional.
















