CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan komitmen Danantara sebagai sovereign wealth fund dalam mendorong kontribusi investasi yang nyata dan berdampak langsung bagi perekonomian nasional. Ia mengungkapkan realisasi investasi Danantara pada tahun lalu melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kalau kita lihat realisasi tahun lalu, target investasi kita sekitar Rp 1.905 triliun dan realisasinya mencapai Rp 1.937 triliun. Ini bukan sekadar memorandum of understanding (MoU), tetapi investasi yang benar-benar sudah direalisasikan, sudah dibelanjakan, dan menghasilkan penyerapan tenaga kerja sekitar 2,7 juta orang,” ujar Rosan di Menara IDN, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, realisasi investasi tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional. Rosan menyampaikan capaian itu berkontribusi sekitar 28–29 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
Rosan menekankan pentingnya investasi riil yang memiliki efek berganda. Ia menjelaskan Danantara mengusung strategi investasi berimbang melalui berbagai program, baik di dalam maupun luar negeri, dengan fokus pada keberlanjutan dan penguatan kemandirian ekonomi.
“Dengan adanya Danantara, kita memiliki sejumlah program investasi, baik di dalam negeri maupun luar negeri, yang berorientasi pada keberlanjutan dan pengurangan ketergantungan impor, baik energi maupun sektor lainnya,” sambung Rosan.
Ia mencontohkan Danantara mengombinasikan investasi padat modal dan padat karya untuk memaksimalkan dampak ekonomi dan sosial. Salah satunya terlihat pada investasi di sektor mineral yang bersifat padat modal, tetapi memiliki kontribusi penyerapan tenaga kerja yang relatif lebih kecil.
“Namun, kita juga melakukan investasi di sektor lain, seperti kelapa, dengan nilai sekitar 500 juta dolar AS yang mampu menyerap sekitar 10 ribu tenaga kerja,” ungkap Rosan.
Selain itu, investasi juga mulai digulirkan di kawasan industri strategis seperti Morowali. Rosan menegaskan setiap keputusan investasi Danantara melalui proses analisis yang komprehensif.
“Semua ini kami kombinasikan dan analisis, bukan hanya dari besarnya nilai investasi, tetapi juga dari dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja, dampak lingkungan, serta dampaknya terhadap petani dan pelaku usaha kecil,” lanjut Rosan.
Dengan pendekatan tersebut, Rosan menegaskan Danantara tidak semata mengejar nilai investasi yang besar.
“Jadi, kita tidak hanya melihat besarnya angka investasi, tetapi juga kualitas dan dampaknya secara menyeluruh,” kata Rosan.
Sumber Republika, edit koranbumn















