Dia melanjutkan bahwa proyek-proyek tersebut mencakup sektor mineral, energi, hingga bioindustri dengan nilai investasi miliaran dolar AS.
Hal tersebut disampaikan Rosan usai menghadiri agenda penyerahan bonus atlet SEA Games ke-33 Thailand 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Rosan menyebutkan, salah satu proyek utama adalah pengembangan hilirisasi bauksit dan aluminium. Proyek tersebut antara lain pembangunan refinery aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, serta proyek refinery lainnya di Cilacap, Jawa Tengah, dan Banyuwangi, Jawa Timur.
Secara keseluruhan, terdapat lima proyek hilirisasi yang dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama dalam waktu dekat.
“Terkait bauksit, ada refinery aluminium di Mempawah. Kemudian refinery di Cilacap, lalu di Banyuwangi. Totalnya ada lima proyek,” ujar Rosan.
Selain itu, Rosan memaparkan sejumlah proyek besar yang terkait dengan pengembangan industri berbasis energi dan bahan baku nasional. Untuk proyek dimethyl ether (DME) dan turunannya, terdapat pengembangan smelter alumina di Mempawah dengan nilai investasi sekitar US$2,4 miliar. Kemudian fasilitas produksi smelter grade alumina (SGA) dari bauksit senilai US$890 juta.
Di sektor energi terbarukan, pemerintah juga mendorong pembangunan fasilitas produksi bioavtur di kilang Cilacap dengan nilai investasi sekitar US$1,1 miliar. Sementara itu, proyek fasilitas kelapa terintegrasi telah berjalan di Morowali dengan nilai investasi sekitar US$100 juta.
“Pengembangan smelter Alumina, nilainya US$2,4 miliar di Mempawah. Kemudian fasilitas shelter grade aluminum SGA dari Bauksit, nilainya US$890 juta. Lalu, Fasilitas produksi bioavtur, US$1,1 milliar, kilang Cilacap. Kemudian kelapa, fasilitas kelapa terintegrasi, ini sudah jalan di Morowali US$100 juta,” tutur Rosan.
Rosan juga menyebutkan pengembangan fasilitas bioetanol dengan nilai investasi sekitar US$80 juta, meskipun lokasi proyek tersebut masih dalam tahap finalisasi. Selain itu, terdapat pengembangan lima fasilitas budidaya unggas dari total 12 proyek yang sedang dikerjakan sebagai bagian dari hilirisasi sektor pangan.
“Iya, hilirisasi unggas termasuk pengolahan dan pemotongan,” tandas Rosan.
Sumber Bisnis, edit koranbumn













