COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria mengungkapkan siap mencari mitra investor strategis di sektor perhotelan setelah melakukan proses konsolidasi setidaknya 100 hotel badan usaha milik negara (BUMN).
“Insya Allah, mudah-mudahan tahun ini di dalam RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) yang kami ajukan tahun ini selesai proses konsolidasi aset dari perhotelan kita,” kata Dony di Jakarta, Rabu.
“Kemudian kita akan masuk ke tahap berikutnya yaitu mencari strategic partners (mitra strategis) supaya hotel-hotel ini juga memberikan nilai tambah yang baik untuk perekonomian kita,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan bahwa hampir semua BUMN mempunyai hotel dan kini berjumlah setidaknya 100 hotel yang berstatus BUMN.
“Tahun lalu kami sudah melakukan proses konsolidasi,” kata Dony.
Lebih lanjut, ia mengatakan konsolidasi seluruh aset tersebut disatukan ke PT Hotel Indonesia Natour atau Injourney Hospitality.
“Tahun ini kita akan melakukan konsolidasi se-asset. Setelah konsolidasi dari aset, kita tentu masuk ke tahapan berikutnya, yaitu akan mencari strategic partners,” ujar dia.
Setelah konsolidasi tuntas, Dony mengatakan Danantara siap untuk membuka kemitraan strategis bagi investor melalui sejumlah skema kerja sama.
“Apakah nanti melakukan (skema kerja sama) joint venture atau kita akan melakukan pelepasan,” kata Dony.
“Intinya, Pak Presiden (Prabowo Subianto) menginginkan buat bisnis-bisnis yang seharusnya bisa dilakukan oleh swasta kita mungkin akan memberikan juga kesempatan kepada swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi, tidak semua harus dikuasai BUMN,” ujar dia menambahkan.
Lebih jauh, Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) tersebut mengatakan langkah ini sekaligus menjadi strategi Indonesia mentransformasi sektor perhotelan dalam negeri agar memiliki kualitas yang jauh lebih baik dan pada akhirnya mendorong kontribusi perekonomian bagi sektor pariwisata nasional.
Sumber Antaranews , edit koranbumn














