Danantara akan membentuk anak usaha untuk menggarap proyek Waste to Energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik. Pembentukan ini rencananya dalam waktu dekat.
“Jadi kita Danantara Investment itu akan memiliki satu anak perusahaan yang mudah-mudahan akan dibentuk dalam waktu dekat,” ujar Director of Investments Danantara Investment Management Fadli Rahman saat ditemui di Graha Mandiri, Jumat (6/3/2026).
Fadli menjelaskan anak usaha ini akan memiliki saham 30% dari proyek tersebut bersama Pemerintah Daerah dan PLN. Sementara 70% saham lainnya akan dimiliki operator fasilitas ini.
Anak usaha ini akan mengawasi langsung kinerja proyek melalui perwakilan yang ditempatkan di masing-masing perusahaan.
Sebagai informasi, Danantara telah memilih perusahaan asal China yakni Wangneng Environment Co.Ltd. dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co.Ltd sebagai mitra proyek fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar.
“Jadi setelah kita memilih Mitra ini, Mitra ini akan membentuk bersama-sama dengan kami SPV anak perusahaan yang 70% mereka pegang, 30% kami pegang. Perusahaan ini nanti akan bekerjasama dengan Pemda. Melalui skema perjanjian kerja sama,” terang Fadli
Danantara menargetkan pembangunan 4 proyek Waste to Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) paling telatnya pada Juli 2026. Maksimal telatnya pada Juli 2026 pada Juni atau Juli 2026. Empat proyek tersebut akan berada di Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor.
“Groundbreaking itu bisa dilakukan kapan saja dari April sampai bulan Juni. Cuma yang lebih penting adalah kapan ini mulai dibangun. Target kita ini mulai dibangun di akhir Juni, awal Juli paling telat,” jelas Fadli.
Fadli mengatakan pada proses pembangunan proyek sulap sampah jadi listrik ini akan memakan waktu hingga 2 tahun. Namun untuk dua proyek pertama, di Bekasi dan Denpasar yang memang sudah memiliki mitra tersebut menyanggupi pembangunannya lebih cepat.
“Kebetulan keduanya memang komitmennya lebih cepat. Janjinya by 2027 akhir itu kita terbangun, sudah COD. Untuk di Bekasi di awal 2028,” terang Fadli.
Sumber Detik, edit koranbumn












