Danantara berencana merampingkan unit bisnis PT Telkom Indonesia Tbk sebagai bagian dari agenda konsolidasi BUMN. Langkah ini dilakukan untuk merampingkan struktur usaha dan mengurangi inefisiensi yang selama ini terjadi di dalam grup Telkom.
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mencatat saat ini Telkom memiliki sekitar 66 perusahaan dan anak usaha. Ke depan, jumlah tersebut akan dipangkas menjadi belasan yang fokus pada empat unit bisnis utama.
“Sebagai contoh lagi misalkan Telkom, Telkom ini punya kurang lebih 66 perusahaan, nantinya akan terjadi streamlining, dia akan kembali menjadi refocusing bisnisnya. Telkom nanti akan menjadi strategic holding, di bawah Telkom itu hanya akan ada 4 business unit,” terang Dony dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Keempat unit bisnis tersebut yakni Telkomsel untuk layanan seluler, Infrako untuk bisnis serat optik, Mitratel untuk bisnis menara telekomunikasi, serta data center. Seluruh unit ini akan menjadi fokus utama pengembangan bisnis Telkom ke depan.
“Yang pertama itu Telkomsel, yang kedua adalah Infrako untuk fiber optik, yang ketiga adalah Mitratel untuk tower bisnis, dan yang keempat adalah datacenter. Yang di bawahnya mereka kita akan develop 1 infrastructure bisnis untuk mendukung bisnis di atasnya, sehingga nanti dari 66 perusahaan Telkom, itu sebaiknya akan tinggal kurang lebih belasan perusahaan aja,” jelas Dony.
Donny menilai langkah ini penting untuk memotong inefisiensi yang selama ini terjadi di Telkom. Rencana ini juga menjadi bagian dari perombakan menyeluruh BUMN lintas sektor, mulai dari pupuk, semen, hingga logistik.
“Nah nantinya akan semua dari bawah akan tergabung ke atas, nah ini akan memotong banyak daripada inefficiency yang terjadi selama ini,” tutur Dony.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















