Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai melirik peluang investasi di kawasan Asia, termasuk Asia Tenggara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan, seiring rencana ekspansi ke pasar publik dan swasta global pada paruh kedua tahun ini.
Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengatakan pihaknya mencermati pergerakan likuiditas global yang mulai beralih ke kawasan Asia.
“Kami melihatnya dengan sangat dekat karena mandat kami adalah investasi global. Sektor-sektor di negara-negara tersebut kami pantau secara dekat, baik di pasar publik maupun pasar privat.” kata Pandu dalam wawancara dengan Bloomberg TV, dikutip Jumat (23/1/2026).
Pandu menyebut rotasi likuiditas terlihat di pasar negara berkembang Asia Tenggara, seiring faktor valuasi, serta di sejumlah pasar Asia lainnya.
“Anda melihatnya di China, dan kami juga melihatnya di Jepang dan Korea,” ujarnya.
Pandu juga mengatakan Danantara berencana mulai menempatkan dana di luar negeri melalui pasar publik pada paruh kedua tahun ini, seiring proses seleksi manajer investasi eksternal. Untuk tahap awal, penempatan dana akan dilakukan melalui manajer investasi.
Ekspansi tersebut dilakukan di tengah fase eksekusi investasi Danantara, yang menargetkan penyaluran dana mendekati Rp200 triliun atau sekitar US$14 miliar ke berbagai proyek, investasi langsung, serta pasar publik dan swasta.
Teranyar, Danantara berencana berinvestasi di Arab Saudi dalam bentuk pembangunan kampung haji. Rencananya adalah pengembangan aset perhotelan dan properti yang menyasar jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Danantara telah menyelesaikan akuisisi sebuah hotel dan saat ini tengah mengajukan penawaran untuk lahan di sekitar Mekkah.
Pandu Sjahrir mengatakan Danantara berencana mengalokasikan dana setidaknya US$1 miliar untuk pengembangan aset tersebut. Ia menyebut investasi di Arab Saudi dinilai strategis seiring besarnya jumlah jamaah asal Indonesia yang melakukan perjalanan ibadah ke Mekkah setiap tahun.
www.bloombergtechnoz.com















