Menjelang akhir tahun, Danantara Indonesia bersama BP BUMN dan sejumlah BUMN mempercepat pembangunan Huntara (Hunian Danantara) di Aceh Tamiang sebagai hunian sementara yang layak bagi warga terdampak banjir yang masih berada di lokasi pengungsian. Hingga akhir Desember 2025, ratusan unit Huntara telah dibangun di atas lahan milik PTPN yang berlokasi sekitar 15 kilometer dari Kota Kuala Simpang, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan total 15.000 unit Hunian Danantara di berbagai wilayah terdampak bencana.
Pembangunan Huntara didukung kolaborasi tujuh BUMN Karya melalui desain modular yang aman, nyaman dan layak huni. Dukungan juga datang dari PLN, Telkom, dan Himbara melalui penyediaan listrik, konektivitas, dan pendanaan, sehingga Huntara dapat ditinggali secara aman dan nyaman, dengan pengerjaan yang melibatkan tenaga kerja lokal dan nasional.
COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, terus memberikan arahan pada BUMN terkait untuk memastikan proses konstruksi berlangsung cepat, terstandar, dan efisien. Setiap kawasan Huntara dilengkapi dengan fasilitas umum dan sosial, termasuk kamar mandi, dapur umum, serta musala, guna mendukung kenyamanan dan kebutuhan dasar para penghuni.
Pekerjaan pembangunan dilaksanakan secara intensif oleh tim pekerja dari berbagai daerah, termasuk tenaga dari Pulau Jawa dan tenaga kerja lokal setempat, dengan dukungan pasokan bahan bangunan yang didatangkan dari berbagai wilayah di Indonesia. Kolaborasi nasional ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong BUMN dalam merespons bencana dan mempercepat pemulihan masyarakat.














