PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melepas dua entitas bisnis manajemen investasi ke PT Danantara Asset Management (DAM) dengan total nilai transaksi Rp1,32 triliun.
Langkah ini mencakup penjualan saham PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) dan PT PNM Investment Management (PNM IM) melalui skema transaksi afiliasi.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan transaksi ini merupakan bagian dari keterbukaan informasi sesuai ketentuan regulator.
“Perseroan telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan DAM dalam rangka transaksi afiliasi yang dilakukan sesuai POJK 42/2020,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu, 4 April 2026.
Dhanny menambahkan, seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan tata kelola dan regulasi yang berlaku.
“Transaksi ini bukan merupakan transaksi material dan dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk memastikan tidak terdapat benturan kepentingan,” kata dia.
Dalam transaksi pertama, BRI menjual 19,5 juta saham atau setara 65 persen kepemilikan di BRI MI kepada DAM. Nilai transaksi ini mencapai Rp975 miliar, dengan objek berupa seluruh saham yang dimiliki BRI pada entitas maajemen investasi tersebut.
BRI MI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan portofolio efek dan investasi kolektif. Entitas ini sebelumnya dimiliki bersama oleh BRI dan PT Danareksa (Persero), dengan porsi kepemilikan masing-masing 65 persen dan 35 persen.
Selain itu, transaksi kedua dilakukan melalui entitas anak, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang menjual 109.999 saham atau 99,99 persen kepemilikan di PNM IM kepada DAM. Nilai transaksi ini mencapai Rp345 miliar.
PNM IM merupakan perusahaan manajer investasi yang menjalankan kegiatan pengelolaan portofolio efek dan penasihat investasi. Sebelum transaksi, PNM menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan hampir penuh atas entitas tersebut.
Kedua transaksi tersebut dilakukan pada 1 April 2026 melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat. Penyelesaian transaksi masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan, termasuk persetujuan dari otoritas terkait.
Dari sisi valuasi, penilaian independen menunjukkan nilai pasar saham BRI MI sebesar Rp969,3 miliar, sementara nilai transaksi ditetapkan lebih tinggi di Rp975 miliar. Hal ini menjadi dasar bahwa harga transaksi berada dalam kategori wajar.
Sementara itu, nilai pasar saham PNM IM tercatat sebesar Rp342,6 miliar, mendekati nilai transaksi Rp345 miliar. Penilaian dilakukan menggunakan pendekatan discounted cash flow dan pembanding pasar.
BRI menyebut transaksi ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan konsolidasi bisnis manajemen investasi dalam ekosistem BUMN. DAM sebagai holding operasional di bawah Danantara akan mengelola portofolio investasi secara terintegrasi.
Seluruh entitas yang terlibat dalam transaksi ini berada dalam kendali yang sama, yaitu Negara Republik Indonesia, sehingga dikategorikan sebagai transaksi afiliasi. Perseroan memastikan bahwa transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan dan telah melalui kajian kewajaran oleh penilai independen.
Ke depan, struktur baru ini diharapkan memperkuat pengelolaan aset dan meningkatkan efisiensi dalam pengembangan bisnis investasi di lingkungan BUMN
Sumberkabarbirs.com edit koranbumn












