Secara terperinci, Danantara Investment Management menerbitkan dua seri surat utang pada akhir tahun lalu. Pertama, surat utang jangka panjang (SUJP) yang ditawarkan tanpa penawaran umum Danantara Investment Management tahun 2025 tahap II seri A senilai Rp1.575.000.000.000 (Rp1,57 triliun) dan jatuh tempo pada 12 Desember 2032.
Kedua, SUJP yang ditawarkan tanpa penawaran umum Danantara Investment Management tahun 2025 tahap II seri B senilai Rp9.807.000.000.000 (Rp9,8 triliun) dan jatuh tempo pada 13 Desember 2030.
Terkait dengan surat utang tersebut, Tim Analis Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat AAA(idn) atas penerbitan kedua surat utang subordinasi PT Danantara Investment Management (Persero). Menurut Fitch, surat utang subordinasi itu merupakan bagian dari program utang Rp65 triliun Danantara.
Sebelumnya, Danantara telah menerbitkan Patriot Bond senilai Rp50 triliun pada 16 Oktober 2025. penerbitan SUJP atau Patriot Bond itu dilakukan tanpa melalui penawaran umum serta terdiri atas dua seri, yakni Seri A dan Seri B.
Tim Analis Fitch Ratings menyampaikan peringkat nasional AAA menunjukkan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Fitch dalam skala Peringkat Nasional untuk negara tersebut. Peringkat ini diberikan kepada emiten atau obligasi dengan ekspektasi paling rendah terhadap risiko gagal bayar dibandingkan dengan semua emiten atau obligasi lain di negara atau serikat moneter yang sama.
Surat utang jangka panjang subordinasi berdenominasi rupiah dari Danantara Investment Management diperingkat setara dengan peringkat nasional jangka panjang perusahaan tersebut.
Peringkat Danantara Investment Management mencerminkan pandangan kami atas pengaruh signifikan pemerintah Indonesia (BBB/Stabil) terhadap operasional entitas.
Fitch mengklasifikasikan Danantara Investment Management sebagai Government-related Entity (GRE) berdasarkan kriteria Fitch, mengingat keterkaitan yang kuat dengan pemerintah pusat melalui peran sentral sebagai entitas investasi sovereign wealth fund Indonesia.
“Peringkat tersebut juga mencerminkan pandangan kami bahwa DIM memiliki ekspektasi dukungan pemerintah terkuat di antara entitas lain di skala nasional.”
Sumber Bisnis, edit koranbumn















