Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi membentuk Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Langkah ini diambil pemerintah untuk memenuhi kebutuhan satu BUMN khusus yang fokus menangani pengolahan sumber daya mineral strategis di Indonesia, berbeda dengan peran MIND ID yang berfokus pada hilirisasi.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan pemerintah melihat adanya kepentingan dan kebutuhan untuk membuat BUMN baru yang khusus menangani pengolahan sumber daya mineral.
“Ya, kan itu kita melihat dari kepentingan dan kebutuhan, bahwa kita membutuhkan satu BUMN yang khusus untuk nanti menangani sumber daya mineral kita,” sebut pria yang akrab disapa Pras, di selasar Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).
Dengan kepentingan itu, jelas fokus Perminas akan berbeda dengan BUMN holdingindustry pertambangan. Misalnya, Mining Industry Indonesia (MIND ID) yang beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk. Dalam hal ini, MIND ID berfokus pada hilirisasi dan praktik pertambangan berkelanjutan.
“Hal yang berbeda,” tambahnya.
Meski begitu, Pras mengaku, dirinya belum mengetahui berapa modal yang akan diberikan Danantara kepada perusahaan pelat merah anyar itu. Ia hanya mengakui, Perminas nantinya akan dibekali dengan salah satu dari 28 lahan yang telah disita negara karena dinilai menjadi sebab bencana banjir bandang dan longsor Sumatra.
“Salah satunya [lahan tambang emas Martabe],” kata dia singkat.
Namun yang lebih penting dari itu, Perminas akan mengelola sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.
“Tapi kan itu yang penting mengelola sumber daya alam kita yang sangat-sangat penting, ada di Perminas,” tutur Pras.
Sementara itu, sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan operasional Perminas adalah mengelola tambang-tambang mineral strategis, khususnya logam tanah jarang (LTJ). Meski begitu, ia enggan mengungkapkan apakah Perminas akan mengelola tambang mineral eksisting milik BUMN lainnya, atau mengeksplorasi tambang baru.
“Kalau Perminas itu kan kita siapkan untuk diberikan penugasan dalam rangka pengelolaan tambang-tambang mineral strategis, seperti logam tanah jarang, kemudian beberapa komoditas strategis lainnya,” jelas dia kepada awak media, di Istana Kepresidenan, Rabu (28/1/2026) malam.
Sumber Tirto edit koranbumn















