• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 24 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Dapat Dukungan Modal Dari BRI, Zetria Sukses Bisnis Kerupuk Kulit Khas Minang

by redaksi
20 Juni 2021
in Berita, Toko PKBL
0
Diakuisisi BRI, Danareksa Sekuritas Target Tambah 50.000 Akun Nasabah Baru Hingga Akhir 2020
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bisnis kerupuk kulit dan kerupuk Balado khas Minang mengantarkan Zetria, perempuan asal Padang, Sumatera Barat menjadi wirausaha mikro sukses. Berani berubah dan berinovasi menjadi kunci meraih keberhasilan dalam merintis usaha kerupuk kulit yang kini beromzet Rp200 juta per bulan.

Kisah Zetria memulai usaha bermula pada 2007, ketika dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai karyawan swasta dan menyusul sang suami tinggal di Padang. Tak disangka, keputusan perempuan yang berusia 40 tahun ini justru bisa mengubah nasibnya menjadi pengusaha sukses kerupuk kulit.

RelatedPosts

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

Dia menuturkan modal awal usahanya saat itu hanya Rp50 ribu dan digunakan untuk membeli 15 kilogram kulit sapi sebagai bahan baku selama sepekan. Secara perlahan produksi kerupuk kulit besutan Zetria semakin meningkat dan berkembang hingga 70 kilogram per hari.

Melihat peluang usaha yang prospektif, Zetria memberanikan diri untuk mulai meminjam modal usaha ke BRI. Pada 2008, dia meraih pinjaman sebesar Rp30 juta dari BRI. “Saya pinjam pertama kali Rp30 juta karena membutuhkan modal untuk membeli mobil biar memudahkan transportasi. Alhamdullilah saya sangat terbantu dengan pinjaman modal dari BRI,” ujarnya.

Seiring perkembangan bisnis dan kelancaran pembayaran, pinjaman modal usaha terus bertambah hingga menjadi Rp 650 juta. Berkat keuletan dan kegigihannya, usaha Zetria terus berkembang.

Sadar perlunya variasi produk, pada 2011 Zetria berinovasi mengembangkan kerupuk balado khas Minang. Biar produk yang didagangkan tidak hanya melulu kerupuk kulit saja. Produk olahan kerupuk yang ditekuninya menjadi salah satu oleh-oleh khas Minang. Produk tersebut banyak dititipkan di warung-warung kecil, minimarket dan pusat oleh-oleh di Padang dan daerah sekitarnya.

Dalam sehari dia mampu memproduksi hingga 10 ribu bungkus kerupuk kulit dan kerupuk Balado. Harga kerupuk jualannya bervariasi, dipasarkan mulai Rp 1000-an per bungkus hingga ada juga yang Rp 40.000 an per bungkusnya, tergantung kebutuhan pelanggan. Berkat keuletan dan kegigihannya, Zetria meraih omzet mencapai Rp 200 juta per bulan, bahkan cuan bisa bertambah lagi ketika permintaan sedang ramai.

Berdayakan Pekerja Perempuan

Untuk menjalankan roda usahanya, Zetria mempekerjakan 15 orang yang berasal dari sekitar rumahnya. Dari jumlah itu sekitar 70 persennya didominasi oleh pekerja perempuan untuk kebutuhan pengemasan produk. Keputusan tersebut juga karena Zetria ingin memberdayakan perempuan yang ada di daerah sekitarnya yang tidak memiliki pekerjaan.

“Saya ingin memberdayakan perempuan sekitar seperti janda-janda, atau yang belum menikah makanya pekerja saya didominasi kaum perempuan,” tuturnya.

Para pekerja tersebut biasanya digaji harian, dengan nominal yang bervariasi. Semua tergantung dengan kemampuan pekerja dalam mengejar target membungkus kerupuk.

Lebih lanjut Zetria mengungkapkan saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, usahanya tidak terlalu terdampak karena produk yang dijualnya tetap banyak yang membutuhkan untuk dikonsumsi.

Tantangan yang dihadapi dalam usaha kerupuk kulit ini lebih pada ketersediaan bahan baku kulit sapi. Dia kerap mengalami kesulitan ketika bahan baku kulit sapi jarang di pasaran. Kalaupun ada, kualitasnya kurang sesuai harapan.

Usaha kerupuk kulit yang dirintisnya kini telah membuahkan hasil. Selain menambah penghasilan keluarga, Zetria kini mampu membeli ruko dan rumah petak sebanyak 12 unit serta 2 unit mobil. Selain keberanian dan kreativitas dalam berinovasi, dukungan dari keluarga dan BRI dari sisi permodalan, saat ini membawa Zetria menikmati buah sukses dari usahanya yang maju dan berkembang

Previous Post

Program TJSL Pelni Luncurkan Rumah Kelola Sampah

Next Post

Rencana Bisnis IPCM di Tahun 2021

Related Posts

KPBN Gelar Gowes Seduluran
Berita

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

23 Januari 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

23 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Anak Perusahaan

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri
Berita

InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Surveyor Indonesia, Petrokimia Gresik, Peruri, WIKA Gedung, Pusri, PLN, Bulog, Danareksa
Anak Perusahaan

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Potensi Serapan PPN Transaksi Luar Negeri oleh Anak Usaha BUMN Mencapai Rp84 triliun per tahun

23 Januari 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

Nuon Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Program ‘Thrift & Give’

23 Januari 2026
Next Post
Pelindo II Sudah Gelontorkan Rp1,5 Triliun untuk Proyek Terminal Kijing

Rencana Bisnis IPCM di Tahun 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Raih Penghargaan di Thailand, Inovasi Produksi Pertadex dari Kilang Pertamina Dapat Golden Medal IPITEX 2026

4 hari ago
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

Dirut Bulog, Ahmad Rizal Mengungkapkan Rencana Merger dengan Bapanas

2 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani Mengungkapkan Realisasi Investasi Danantara Mencapai Rp1.937 Triliun Sepanjang Tahun 2025

6 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Fokus pada Tata Kelola Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)

3 hari ago
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC
Uncategorized

Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) Package 3 Terus Dikebut, Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Lingkungan Jakarta

by redaksi
23 Januari 2026
0

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku pemilik...

Read more
KPBN Gelar Gowes Seduluran

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

23 Januari 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

23 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri

InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

23 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In