Direksi PPI kembali menyampaikan rencana pengembangan Toko Grosir Desa bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Kantor Gubernur Jateng pada Selasa (24/05/2021).
Audiensi dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo beserta tim; Direktur Utama PPI, Nina Sulistyowati; dan Direktur Komersial dan Pengembangan PPI, Andry Tanudjaja.
Nina menyampaikan bahwa fungsi Toko Grosir Desa ini adalah untuk mengembangkan distribution channel untuk memperluas pasar dalam negeri dan juga channel langsung ke masyarakat desa, mengembangkan agen dalam bentuk toko grosir yang memiliki harga yang wajar untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, dan juga memiliki fungsi pengendalian harga pasar di masyarakat desa secara langsung.
Pada saat ini sebaran Toko Grosir Desa PPI terdapat di Sukabumi, Tasikmalaya, dan Ciamis. Dalam perkembangannya sebagai strategy initiative perusahaan di Holding Pangan, PPI berencana mengembangkan Toko Grosir Desa yang akan bekerjasama dengan SPJT (Sarana Pembanguna Jawa Tengah) serta untuk wilayah Jabodetabek dengan Mitra Bumdes Nusantara.
Ganjar menyambut baik dari konsep toko grosir desa ini. Harapannya, kolaborasi antara BUMN dengan daerah ini dapat membantu dalam mencari rute-rute baru untuk pangsa pasar dalam negeri dan tentu saja di luar negeri. Kapasitas PPI sangat berpotensi dalam memberikan solusi dalam membantu masyarkat memasarkan produk-produk food dan nonfood dari masyarakat Jawa Tengah.
Andry menyampaikan bahwa sebagai BUMN trading, PPI sudah dipercaya dalam melakukan ekspor komoditas dan memiliki kapabilitas dalam mendukung produk UMKM sebagai salah satu sumber suplai untuk ekspor.
Ekspor ini merupakan strategic initiative PPI yang sangat didukung secara strategis oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN. Toko Grosir Desa difungsikan sebagai alternatif saluran offtake yang dapat PPI lakukan penetrasinya langsung ke tingkat desa-desa.














