Direktur PTPN XII melakukan kunjungan kerja ke Kebun Ngrangkah Pawon didampingi oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Sustainability, Kepala Sub Bagian Teknologi Informasi, serta Kepala Sub Bagian Tanaman dalam rangka memantau inovasi aplikasi TAPIS (Tap Inspeksi) di budidaya karet sekaligus silahturahmi dengan jajaran Manajemen Kebun Ngrangkah Pawon. Rabu (9/2) –
Aplikasi TAPIS merupakan salah satu inovasi yang sedang dikembangkan oleh PTPN XII Kebun Ngrangkah Pawon.
Secara teknis, setiap bulan perlu dibuat laporan tentang kualitas penyadapan karet dari masing2 penyadap. Hal ini untuk mengetahui klas penyadap dan menjamin perlakuan sadap karet bisa sesuai dengan ketentuan (konsumsi kulit, kedalaman sadap, kebersihan alat, dll). Proses pembuatan laporan sadap karet ini mengharuskan petugas tap kontrol untuk keliling ke semua hanca atau areal sadap di seluruh areal tanaman karet.
Dalam pelaksanaan, pengecekan norma sadap karet membutuhkan personil/petugas yang jumlahnya cukup banyak untuk menjangkau seluruh areal sadapan karet. Di samping itu, proses pengecekan norma sadap (secara manual) ini membutuhkan proses administrasi yang banyak dan memakan waktu yang cukup panjang. Sehingga seringkali petugas harus lembur hingga membawa pekerjaan ini ke rumah, akibatnya rawan data fiktif.
Aplikasi TAPIS (Tap Inspeksi) pada budidaya karet di kebun Ngrangkah Pawon ini merupakan aplikasi tap inspeksi berbasis android yang dapat merekam dan mengolah data laporan pelaksanaan sadap karet pada setiap penyadap. Melalui aplikasi TAPIS ini, petugas tap control cukup meng-input hasil pengecekan hasil sadap di masing2 hanca di aplikasi yang bisa langsung merekam dan mengolah data sehingga pada saat itu juga dapat diketahui hasil rekomendasinya. Sehingga, prestasi petugas lebih tinggi, data lebih akurat, data bersifat real time, dan biaya yang dikeluarkan lebih murah.
















