Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan dari 30.611 KopDes/Kel Merah Putih yang tengah dibangun, sebanyak 857 telah 100% jadi.
“[Kopdes Merah Putih] Yang sudah jadi 857 unit itu bangunan. Sekarang kita proses untuk mulai mengisinya gitu. Semua pengadaan semua ini sudah selesai, tinggal mulai pengiriman untuk mulai dibuka gitu,” kata Joao usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Rabu (11/2/2026).
Joao menjelaskan unit yang sudah rampung itu kemudian ditargetkan untuk memulai proses onboarding bisnis. Di sisi lain, dia menjelaskan sampai saat ini belum ada unit yang tengah beroperasi.
Adapun, anggaran untuk pembangunan KopDes/Kel Merah Putih yang mencapai Rp200 triliun telah cair sejak 3 bulan lalu.
“Sudah [cair] 3 bulan yang lalu. Sekarang ini bayar-bayar. Jadi uang sekarang menyebar di masyarakat semuanya, di paling desa, paling bawah, dan di industri yang mendukung Koperasi Merah Putih itu,” ujar Joao.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan seluruh aset fisik KopDes/Kel Merah Putih berupa gudang, gerai dan sarana pendukung lainnya sudah terbangun untuk kemudian dioperasikan pada Maret 2026.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) sebelumnya menyatakan tengah mempercepat proses inventarisasi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan KopDes/Kel Merah Putih di berbagai daerah.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan percepatan inventarisasi ini dilakukan melalui kerja sama dengan Agrinas Pangan dan TNI.
Ferry menjelaskan penugasan pembangunan fisik koperasi desa diserahkan kepada Agrinas Pangan. Nantinya, Agrinas akan bekerja sama dengan TNI dalam pelaksanaan di lapangan. Adapun, keterlibatan Agrinas dengan TNI untuk mempercepat proses pembangunan KopDes/Kel Merah Putih.
“Mengenai PT Agrinas, karena memang tugasnya diserahkan kepada PT Agrinas yang nantinya akan bekerja sama dengan TNI dan bisa melakukan pekerjaan ini dengan waktu yang cepat,” ujar Ferry saat ditemui di Graha Mandiri, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Dia menambahkan bahwa Kemenkop kini tengah menyiapkan berbagai skema yang akan memudahkan koperasi desa yang sudah lebih dahulu beroperasi agar dapat melengkapi kegiatan usahanya. Nantinya, fasilitas yang akan dibangun mencakup gudang, apotek, gerai, klinik, serta kendaraan operasional.
Adapun, lahan yang digunakan berasal dari tanah milik pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, kota, maupun desa.
Sumber Bisnis, edit koranbumn













