Indonesia secara resmi memegang Presidensi G20 selama setahun penuh, yakni mulai 1 Desember 2021 hingga KTT G20 pada November 2022. Nah, hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara berkembang pertama yang menjadi tuan rumah G20.
Untuk mendukung perhelatan tersebut, pada Selasa 28 Desember 2021 lalu Menteri BUMN Erick Thohir beserta jajarannya melakukan kunjungan kerja ke Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali. Dalam kunjungannya, Menteri BUMN memastikan kesiapan segala infrastruktur serta operasional bandara dalam menerima kedatangan delegasi Konferensi Tingkat Tinggi G20.
Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi mengungkapkan bahwa Bandara I Gusti Ngurah Rai siap untuk mendukung penyelenggaraan KTT G20 di Tahun 2022. Berbagai persiapan seperti alur di terminal internasional dan domestik yang diperuntukkan bagi delegasi, baik saat kedatangan maupun keberangkatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali dilengkapi runway dengan dimensi 3.000 x 45 meter, 47 parking stand (36 untuk pesawat narrow body dan 11 untuk pesawat wide body) di apron utara, 16 parking stand untuk pesawat narrow body di apron sisi selatan, terminal internasional seluas 126.205 m2, terminal domestik seluas 67.884 m2, gedung VIP, General Aviation Terminal (GAT), boarding pass scanner, autogate imigrasi, serta kios check-in mandiri, yang akan akan sangat membantu dalam penanganan delegasi peserta KTT G20 Tahun 2022.
Sumber Injourney, edit koranbumn














