Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, melaporkan pemerintah telah menyediakan anggaran senilai Rp42,3 miliar dan kuota 445.534 tiket untuk diskon yang berlaku khusus bagi penumpang kelas ekonomi di seluruh trayek kapal penumpang.
“Telah terjual 135.187 tiket dengan total penyerapan anggaran Rp12,8 miliar dari Rp42,3 miliar,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip pada Kamis (5/3/2026).
Pembelian tiket terbanyak tercatat untuk keberangkatan pada tanggal 16 Maret 2026 dengan total 11.255 tiket.
Dia tidak menampik bahwa saat ini penjualan tiket masih rendah meski sudah dua pekan menjelang Hari Raya Idulfitri. Secara tren, umumnya masyarakat baru akan ramai membeli tiket setelah menerima bonus Tunjangan Hari Raya (THR).
“Memang biasanya seperti ini. Nanti kalau THR diterima, langsung melonjak jumlahnya,” tambahnya.
Meski demikian, dia menyampaikan bahwa angka penjualan terus bergerak naik seiring transaksi yang terus berlangsung.
Melalui stimulus ini, Pelni menyediakan diskon sebesar 30%—belum termasuk asuransi dan pas masuk pelabuhan—untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026.
Adapun secara total, Pelni menyediakan 751.550 tiket selama masa Angkutan Lebaran 2026. Apabila kuota tiket diskon 30% yang tersedia sebanyak 445.534 penumpang (pax) habis, masyarakat terpaksa harus membeli tiket kapal dengan harga normal.
Pelni menyatakan kesiapan armadanya untuk melayani Angkutan Lebaran 2026 sejalan dengan rampungnya docking dan ramp check seluruh kapal yang berjumlah 55 unit, terdiri dari 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis.
Jumlah penumpang diproyeksikan mencapai 641.025 orang pada masa Lebaran tahun ini, atau turun 1,43% secara tahunan (year on year/YoY) karena penyesuaian jumlah dispensasi penumpang yang lebih rendah dari tahun lalu.
Pelni turut melakukan penyesuaian rute dan jadwal kapal dengan melakukan rerouting atau pengaturan ulang rute terhadap 21 kapal penumpang PSO untuk mengakomodasi lonjakan penumpang pada ruas tertentu, misalnya Medan—Batam.
Pasalnya, saat ini dengan lonjakan penumpang pada masa Lebaran, ketersediaan kapal Pelni terbilang terbatas. Terlebih, KM Umsini masih dalam perbaikan setelah mengalami insiden kebakaran di Pelabuhan Makassar pada 2024 lalu.
Pelni juga menambah perbantuan armada sebanyak dua kapal, yakni menggunakan KM Leuser dan KM Nggapulu. Penambahan frekuensi pelayaran juga dilakukan dengan dua kapal, yaitu KM Kelud dan KM Dorolonda.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















