InJourney terus melakukan transformasi pada bandara-bandara nasional guna meningkatkan standar pelayanan menuju kelas dunia yang ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal. Proyek strategis ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus mendukung target net zero ambition yang dicanangkan pemerintah.
Setelah memberikan wajah baru pada Bandara Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai, transformasi tahun ini akan menyasar lima hingga tujuh bandara lainnya. Termasuk Bandara Juanda (Surabaya) dan Kualanamu (Deli Serdang).
“Kami akan memprioritaskan lima bandara terbesar terlebih dahulu pada tahun ini dan detailnya akan kami umumkan secara resmi pada Februari mendatang. Saat ini, fokus pengerjaan mencakup transformasi fisik, proses layanan, hingga pengembangan kualitas sumber daya manusia di bandara-bandara tersebut,” ujar Direktur Utama InJourney Maya Watono, dikutip dari Metro Siang Metro TV, Selasa, 20 Januari 2026.
Proses pembaruan ini tidak hanya fokus pada fasilitas fisik dan tampilan luar semata, tetapi juga menyentuh aspek peningkatan layanan serta kompetensi sumber daya manusia. Konsep kearifan lokal akan ditonjolkan di setiap daerah agar setiap bandara memiliki identitas unik yang mencerminkan budaya setempat.
Sumber Metronews, edit koranbumn














