Dunia digital telah berkembang sangat pesat di seluruh dunia. Pupuk Kaltim merupakan perusahaan pertama dari seluruh industri pupuk di dunia yang memiliki program inovasi berbasis data geospasial untuk meningkatkan control dan distribusi pupuk urea subsidi yaitu Distribution Planning and Control System (DPCS).
Inovasi DPCS bertujuan untuk mempermudah pihak-pihak yang berkepentingan agar dapat memantau ketersediaan pupuk yang terdistribusi dengan mudah, bisa diakses kapan pun dan dimana pun secara real-time, dan pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat.
Inovasi ini merupakan wujud komitmen Pupuk Kaltim untuk menyediakan pupuk bersubsidi secara merata dan mencukupi, bagi seluruh kawasan tanggung jawab Pupuk Kaltim di 2/3 wilayah Indonesia.
Sejak 2016, inovasi ini telah diterapkan Pupuk Kaltim secara terintegrasi dan mampu memantau seluruh area distribusi dari Lini I Produksi hingga Lini IV Distributor dan Pengecer. Bahkan tools ini juga akan digunakan oleh anak perusahaan di bidang pupuk lainnya di bawah naungan Pupuk Indonesia Group, dalam memantau kondisi serupa di setiap wilayah distribusi.
Inovasi ini menjadi inovasi unggulan di Pupuk Kaltim. Pada 2018, inovasi DPCS meraih predikat tertinggi Diamond, pada Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXII dan International Quality and Productivity Convention (IQPC) di Batam, Kepulauan Riau. Sedangkan pada 2019, inovasi DPCS meraih Predikat tertinggi Gold pada ajang International Convention on Quality Control Circle (ICQCC) yang dilaksanakan di Tokyo, Jepang, serta menjadi First Runner Up (Juara 2) pada ajang Gartner Supply Chainnovator Awards di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat.
Sumber Pupuk Kaltim, edit koranbmn












