Indonesia Power kembali wujudkan komitmen dalam pemanfaatan material abu sisa pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau Fly Ash Bottom Ash (FABA).
Sebagai langkah awal pengelolaan dan pemanfaatan FABA secara masif dan besar-besaran, PT Indonesia Power PLTU Banten 2 Labuan Operation And Maintenance Services Unit (OMU) 2 x 300 MW gandeng beberapa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Pandeglang Banten melalui perjanjian kerjasama pemanfaatan FABA. Perjanjian ini dilakukan untuk meningkatkan perekonomian nasional melalui pemberdayaan masyarakat sekaligus sebagai usaha mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui BUMDes.
Direktur Utama PT Indonesia Power, M. Ahsin Sidqi mengatakan Indonesia Power akan terus mewujudkan komitmen untuk dapat memanfaatkan Faba sebagai produk material bangunan yang dapat diaplikasikan di bidang kontruksi dan infrastruktur maupun dalam bentuk produk turunan lainnya. “Cita-cita kedepan, Faba ini dapat dimanfaatkan dan digunakan sebagai bahan baku konstruksi pengganti semen untuk menjadi peluang usaha masyarakat disekitar PLTU dengan bekerjasama dengan Badan usahan Milik Desa setempat,” jelas Ahsin.
Implementasi pemanfaatan FABA berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. PP 22 Tahun 2021 merupakan turunan dari Undang Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, di dalamnya terdapat pengaturan tentang Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 dari kegiatan pembakaran batubara (FABA).
Sepanjang 2021, Indonesia Power telah memproduksi sebanyak 1.181.802,30 ton FABA dengan rincian pemanfaatan internal sebanyak 91.204,50 ton dan eksternal sebanyak 932.552,59 ton yang diwujudkan menjadi produk turunan FABA. Selain dapat menghasilkan paving block, batako, dinding panel, FABA juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan material untuk penimbunan dalam reklamasi tambang, substitusi kapur untuk menetralkan air asam tambang bahkan dapat memperbaiki kondisi fisik tanah dan media tanam untuk revegetasi lahan bekas tambang.















