• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kamis, 22 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Garuda Indonesia Catat Pertumbuhan Penumpang di Masa Libur Panjang Agustus 2020

by redaksi
7 September 2020
in Berita
0
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. melaporkan pertumbuhan jumlah penumpang secara month to month pada Agustus 2020.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan terjadi kenaikan jumlah penumpang pada kuartal III/2020. Penambahan jumlah yang signifikan menurutnya terjadi pada periode libur panjang Agustus 2020.

RelatedPosts

Dirut Bulog, Ahmad Rizal Mengungkapkan Rencana Merger dengan Bapanas

PLN Menggratiskan Biaya Listrik untuk Huntara Korban Banjir Sumatra Selama 6 Bulan

KAI Lakukan Migrasi Sistem untuk Memastikan Keandalan Layanan Menjalang Periode Angkutan Lebaran

Irfan mengatakan semua rute perseroan terisi. Selain itu, emiten berkode saham GIAA tersebut juga membuka beberapa rute baru.

“Agustus 2020 dibandingkan Juli 2020 jumlah penumpang naik sekitar 50 persen,” ujarnya .

Berdasarkan laporan keuangan yang tidak diaudit semester I/2020, GIAA membukukan penurunan pendapatan usaha 58,18 persen secara year on year (yoy) menjadi US$917,28 juta per 30 Juni 2020. Maskapai pelat merah itu membukukan rugi yang diatribusikan kepada pemilik enititas induk US$712,73 juta atau setara dengan Rp10,19 triliun pada semester I/2020.

Manajemen GIAA menjelaskan bahwa Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perseroan. Kondisi itu karena pembatasan pergerakan dan penerbangan selama masa pandemi.

Rerata frekuensi penerbangan turun drastis dari 400 penerbangan per hari menjadi 100 per hari. Jumlah penumpang menyusut hingga 90 persen.

Seperi diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sektor transportasi mulai bergeliat pada Juli 2020. Jumlah penumpang transportasi udara rute domestik sebanyak 1,46 juta orang atau naik 135,74 persen secara month to month (mtm).

Di lain pihak, Analis PT Artha Sekuritas Indonesia Nugroho R. Fitriyanto menilai ada tren perbaikan setelah pelonggaran terkait ketentuan bagi penumpang yang ingin melakukan penerbangan. Dengan demikian, kebijakan itu berdampak terhadap kenaikan jumlah penumpang secara mtm.

“Meskipun memang secara year on year penurunannya masih jauh. Hal ini dapat menjadi sentimen positif untuk emiten penerbangan,” jelasnya.

Nugroho mengatakan kerugian yang saat ini diderita bisa berkurang. Proyeksi itu seiring dengan perbaikan dari sisi okupansi karena kenaikan jumlah penumpang.

“Namun, memang masih jauh dari break even point,” imbuhnya.

Dia meyakini tren perbaikan masih akan terjadi pada semester II/2020. Kendati demikian, perlu diperhatikan kasus Covid-19 yang masih mengkhawatirkan di Indonesia.

“Sewaktu-waktu bisa saja penerapan PSBB diketatkan kembali dan menurunkan permintaan masyarakat atas jasa transportasi udara,” jelasnya.

Dalam riset yang dipublikasikan melalui Bloomberg, Analis PT Sucor Sekuritas Hasan memprediksi permintaan akan tetap rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, terlihat pemulihan positif tecermin dari lalu lintas penumpang selama libur Agustus 2020.

Dengan asumsi tidak ada gelombang kedua dan PSBB lagi, lanjut dia, kuartal II/2020 akan menjadi kinerja paling dalam GIAA. Pihaknya telah melihat pemulihan pada Juni 2020 dan akan berlanjut selama sisa tahun ini.

“Potensi puncak pada kuartal IV/2020, liburan hari raya Idul Fitri akan dialihkan menjadi Desember 2020,” ujarnya.

Hasan mempertahankan rekomendasi hold untuk saham GIAA dengan target harga Rp280. Risiko yang digarisbawahi yakni penerapan kembali PSBB, pemerintah tidak mencabut batas harga, kenaikan harga minyak, serta perang harga di pasar kargo.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham GIAA terkoreksi 0,79 persen atau 2 poin ke level Rp252 pada penutupan perdagangan, Jumat (5/9/2020). Pergerakan harga saham masih terkoreksi 49,40 persen secara year to date (ytd).

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

BTN Tawarkan Bunga Fixed 10 Persen Selama 3 Tahun untuk KPR BP2BT

Next Post

Pupuk Kaltim Pastikan Stok Pupuk Jateng dan Jatim Aman

Related Posts

BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

Dirut Bulog, Ahmad Rizal Mengungkapkan Rencana Merger dengan Bapanas

22 Januari 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

PLN Menggratiskan Biaya Listrik untuk Huntara Korban Banjir Sumatra Selama 6 Bulan

22 Januari 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

KAI Lakukan Migrasi Sistem untuk Memastikan Keandalan Layanan Menjalang Periode Angkutan Lebaran

22 Januari 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Perkuat Budaya Keselamatan Kerja yang Profesional dan Kolaboratif, Jasa Marga Gelar Apel Peringatan Bulan K3 Nasional 2026

22 Januari 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution
Berita

PosIND Gelar RAPIM Q4 2026, Perkuat Logistik untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

22 Januari 2026
PGN dan Gagas Dukung Pengembangan CNG sebagai Solusi Energi Gas Domestik yang Berkelanjutan
Berita

PEMA dan PGN Perkuat Sinergi Percepatan Hilirisasi Gas Bumi untuk Bangkitkan Ekonomi Aceh

22 Januari 2026
Next Post
Anak Usaha Pupuk Kaltim Lakukan Pengapalan Perdana 2.001,73 Ton CPO

Pupuk Kaltim Pastikan Stok Pupuk Jateng dan Jatim Aman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution

PosIND Dukung Program Sekolah Rakyat, Hadiri Peresmian 166 Sekolah oleh Presiden Republik Indonesia

7 hari ago
Tingkatkan Penghijauan Kawasan Bakauheni Harbour City, ASDP dan Pemprov Lampung Gelar Penanaman Pohon

Peringati Bulan K3, ASDP Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

13 jam ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertapreneur Aggregator, Bangun UMKM Sektor Pangan Berdaya Saing

6 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

CEO Danantara Rosan Roeslani Menegaskan Komitmen Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund dalam Mendorong Kontribusi Investasi

4 hari ago
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

Dirut Bulog, Ahmad Rizal Mengungkapkan Rencana Merger dengan Bapanas

by redaksi
22 Januari 2026
0

Perum Bulog akan mengalami transformasi dengan menjadi lembaga pangan mandiri yang langsung berada di bawah Presiden. Hal ini seiring rencana penggabungan...

Read more
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

PLN Menggratiskan Biaya Listrik untuk Huntara Korban Banjir Sumatra Selama 6 Bulan

22 Januari 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

KAI Lakukan Migrasi Sistem untuk Memastikan Keandalan Layanan Menjalang Periode Angkutan Lebaran

22 Januari 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Perkuat Budaya Keselamatan Kerja yang Profesional dan Kolaboratif, Jasa Marga Gelar Apel Peringatan Bulan K3 Nasional 2026

22 Januari 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution

PosIND Gelar RAPIM Q4 2026, Perkuat Logistik untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

22 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In