Direktur Operasi Garuda Indonesia Dani Haikal Iriawan memerinci, jumlah tersebut terdiri dari 501.336 penumpang Garuda Indonesia melalui 3.297 penerbangan dan 681.162 penumpang Citilink melalui 4.357 penerbangan.
Selama periode 14–29 Maret 206 tersebut, tingkat ketepatan waktu penerbangan (on-time performance/OTP) sebesar 92,08%, menjadi capaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada momentum Lebaran.
“Capaian ini menjadi indikator kuat konsistensi peningkatan kinerja operasional kami, khususnya dalam mengelola intensitas penerbangan tinggi pada periode peak season,” ujar Dani dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
Membandingkan dengan capaian 2025 dan 2024, kala itu OTP saat masa Lebaran hanya mencapai 87,12% dan 86,07%.
Secara keseluruhan, Garuda Indonesia Group juga mencatatkan tingkat keterisian penumpang (seat load factor/SLF) sebesar 86%, mencerminkan konsistensi pertumbuhan permintaan perjalanan selama periode Lebaran.
Dany menuturkan, pencapaian tersebut ditopang oleh penguatan strategi operasional secara menyeluruh, mulai dari optimalisasi kesiapan armada, kesiapan personel di seluruh lini layanan, hingga koordinasi intensif bersama regulator dan pemangku kepentingan terkait.
Lebih lanjut, Dani menegaskan bahwa keberhasilan ini juga merupakan hasil kolaborasi erat dengan para pengguna jasa dalam mengikuti prosedur penerbangan. Khususnya penumpang yang hadir lebih awal di bandara, karena menjadi faktor penting yang turut menjaga kelancaran operasional di tengah tingginya trafik Lebaran.
Adapun rute dengan trafik tertinggi didominasi oleh rute domestik seperti Jakarta–Medan, Jakarta–Banda Aceh, Surabaya–Denpasar, Jakarta–Pangkal Pinang, serta Yogyakarta–Denpasar. Sementara untuk rute internasional, trafik tertinggi tercatat pada Jakarta–Amsterdam, Jakarta–Madinah, Jakarta–Jeddah, Jakarta–Haneda, dan Denpasar–Tokyo.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melaporkan jumlah total penumpang angkutan umum pada masa Lebaran tahun ini sebanyak 23,54 juta penumpang.
“Ini mengalami kenaikan sebesar 10,87% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 21,23 juta penumpang,” jelasnya dalam konferensi pers, Senin (30/3/2026).
Masyarakat yang memanfaatkan matra udara tercatat sebanyak 4,77 Juta penumpang, naik sebesar 6,97% dibandingkan 2025 yaitu 4,47 juta penumpang.
Pesawat menjadi moda ketiga terbanyak mengangkut penumpang, setelah kereta api berhasil mengangkut sebanyak 7,31 Juta Penumpang dan moda penyeberangan sebanyak 5,52 juta penumpang.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















