• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 18 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Gotong Royong BUMN Jadi Upaya Penyelamatan Garuda Indonesia dari Dampak Pandemi Covid-19

by redaksi
21 Agustus 2021
in Berita
0
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute
0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gotong Royong BUMN jadi bagian dari upaya penyelamatan maskapai PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) dari dampak pandemi Covid-19.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetio mengungkapkan pemerintah sudah memberikan dukungan penuh dalam rangka penyelamatan perseroan dari ambang kepailitan akibat pandemi corona.

RelatedPosts

Mudik Gratis Sinergi Pertamina dan Pemerintah, Dukung Perjalanan Aman dan Hemat Energi

Mudik Bersama BUMN dan ESDM, ANTAM Berangkatkan 500 Pemudik

Mudik Gratis BUMN 2026, PAL Indonesia Berangkatkan Ratusan Pemudik

“Pemerintah memberikan dukungan kepada perseroan dengan dibentuknya tim task force atau satuan tugas khusus oleh Kementerian BUMN bahwa Garuda Indonesia akan dilakukan restrukturisasi total keuangan dan bisnis Garuda ke depan 2022 hingga 2026,” jelasnya dalam paparan publik, Kamis (19/8/2021).

Sejumlah perusahaan BUMN pun gotong royong membantu meringankan beban maskapai flag carrier tersebut.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memberikan suntikan dana melalui program ekspor national interest account (NIA) pada 6 Oktober 2020 sebesar Rp1 triliun dengan tenor 12 bulan.

Dananya digunakan untuk pembayaran kepada lessor dengan tujuan penurunan biaya sewa atau manfaat lainnya, pencabutan grounding notice pesawat dan pembiayaan direct cost termasuk maintenance cost atas biaya operasional pesawat.

Seakan tak mau kalah, BUMN terkait penerbangan macam pengelola bandara PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) serta Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) alias Airnav juga memberikan relaksasi.

Pada 31 Desember 2021 GIAA menandatangani perjanjian restrukturisasi utang dengan AP I dan AP II, sementara pada 29 Januari 2021, GIAA tanda tangan restrukturisasi utang dengan Airnav.

Restrukturisasi utang dengan BUMN terkait penerbangan ini diberikan dengan skema pembayaran 1 persen dari utang sebelum akhir tahun 2021, 5 persen dibayarkan sebelum akhir tahun 2022, dan 94 persen dibayar sebelum akhir tahun 2023.

GIAA juga mendapatkan relaksasi utang dari PT Pertamina (Persero) yang ditandatangani pada 30 Desember 2020. Restrukturisasi ini menggunakan skema pembayaran 5 persen dari utang maksimal akhir tahun 2021, 10 persen dari utang sebelum akhir 2022, dan 85 persen dari utang sebelum akhir 2023.

Total restrukturisasi utang dari 4 BUMN tersebut mencakup periode 2020 sebesar US$82,5 juta dan periode 2021 sebesar Rp244 miliar.

Di sisi lain, Pemerintah memberikan dukungan pula melalui penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) yang dicairkan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar Rp1 triliun pada Februari 2021 dengan tenor 3 tahun.

Dana yang dicairkan sudah digunakan seluruhnya memenuhi kewajiban tagihan bahan bakar pesawat sesuai dengan tujuan penggunaan dana yang ditetapkan. Adapun, sisa nilai pokok obligasi dari total Rp8,5 triliun tidak dapat dicairkan lebih lanjut akibat target kinerja yang tidak tercapai.

“Pemerintah juga memberikan relaksasi pajak maupun lessor, dan bank anggota Himbara pun sudah memberikan restrukturisasi terhadap utang Garuda,” katanya.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengungkapkan secara industri meski masih ada sejumlah masyarakat yang melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat, tampaknya tidak sebanyak sebelum pandemi. Hal ini tentunya membuat jumlah penumpang pesawat mengalami penurunan.

Jumlah penumpang yang melalui darat saja sudah mengalami penurunan, apalagi transportasi udara tentu akan mengalami hal serupa. GIAA pun turut mengalami kejadian yang tidak mengenakan ini sehingga berimbas pada penurunan kinerja GIAA sepanjang 2020.

“Tantangannya adalah dari upaya keras manajemen untuk dapat bertahan melalui semua halangan ini. Kalaupun, mau diutak-atik maka paling mungkin mengutak-atik dari sisi beban perseroan,” urainya.

Itu pun memiliki implikasi yang berat. Misalkan, mengurangi beban BBM maka yang dilakukan ialah mengurangi frekuensi penerbangan terutama rute-rute yang kurang memberikan keuntungan maksimal.

Termasuk mengurangi beban pegawai dengan melakukan pengurangan pegawai yang juga sudah dilakukan. Tentunya ini akan memberikan dampak negatif secara psikologis terhadap pegawai yang terkena pemberhentian maupun penawaran pensiun dini.

“Maka dari itu, dari sisi pendapatan yang harusnya dapat ditingkatkan. Bantuan pemerintah untuk meningkatkan pariwisata dan kerjasama dengan destinasi luar negeri dimana GIAA bisa ikut ambil bagian dari lalu lintas tersebut diharapkan dapat membantu GIAA dapat kembali meningkatkan pendapatannya,” urainya.

Sayangnya, tekanan terhadap GIAA masih dapat terlihat dalam laporan keuangan per 31 Maret 2021 yang dikutip Bisnis.com. Garuda Indonesia mencetak pendapatan US$353,07 juta turun 54,03 persen dari pendapatan kuartal I/2020 sebesar US$768,12 juta.

Pendapatan dari penerbangan berjadwal menurun menjadi US$278,22 juta dari US$654,52 juta. Sementara, pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal naik menjadi US$22,78 juta dari US$5,31 juta. Pendapatan usaha lainnya juga menurun menjadi US$52,06 juta dari US$108,27 juta.

Adapun, beban usaha perseroan menurun tetapi tetap di atas kinerja pendapatan perseroan. Beban usaha per kuartal I/2021 sebesar US$702.17 juta sementara pada kuartal I/2020 sebesar US$945,7 juta.

Walhasil, perseroan mencetak rugi usaha sebesar US$287,09 juta per 3 bulan tahun ini dari posisi laba usaha US$616.040 per 3 bulan awal tahun lalu.

Dengan demikian, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk membengkak menjadi US$384,34 juta dari posisi US$120,16 juta per kuartal pertama tahun lalu.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

ITDC Berikan Bingkisan Tali Asih kepada YPAC Bali

Next Post

BSI Fasilitasi Layanan Perbankan Syariah DJKN Kementerian Keuangan

Related Posts

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Mudik Gratis Sinergi Pertamina dan Pemerintah, Dukung Perjalanan Aman dan Hemat Energi

18 Maret 2026
Antam Klaim Siap Kelola, Terkait Titipan Aset dari Kejagung
Berita

Mudik Bersama BUMN dan ESDM, ANTAM Berangkatkan 500 Pemudik

18 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

Mudik Gratis BUMN 2026, PAL Indonesia Berangkatkan Ratusan Pemudik

18 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

BULOG Berangkatkan 750 Pemudik dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026

18 Maret 2026
Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam
Berita

Pelindo Tetap Beroperasi Penuh Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

18 Maret 2026
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC
Berita

Kunjungi Proyek Sekolah Rakyat di Singkawang dan Pontianak, Menko Infrastruktur AHY Tekankan Pentingnya Infrastruktur Pendidikan

18 Maret 2026
Next Post
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

BSI Fasilitasi Layanan Perbankan Syariah DJKN Kementerian Keuangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Asabri Akan Tindak Lanjuti Temuan BPK Mengenai Penyelenggaraan Program Pensiun

ASABRI SELENGGARAKAN MUDIK GRATIS: Mudik Nyaman Bersama Asabri Tahun 2026 Bagi Peserta Asabri, Insan Asabri Dan Masyarakat Umum

11 jam ago
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.

Ciptakan Pasar Baru, SIG Gandeng Taiheiyo Cement Corporation untuk Ekspansi Bisnis Soil Stabilization

3 hari ago
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Satu Tahun Danantara Indonesia: Memperkuat Fondasi untuk Masa Depan Generasi Indonesia Bank Mandiri Pertegas Komitmen Dukung Pemerataan Pendidikan Nasional

1 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Tas Baru, Semangat Baru, Pertamina Turut Kembangkan Senyum Pelajar Indonesia di HUT ke-1 Danantara

4 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Mudik Gratis Sinergi Pertamina dan Pemerintah, Dukung Perjalanan Aman dan Hemat Energi

by redaksi
18 Maret 2026
0

PT Pertamina (Persero) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Pengaturan (BP) BUMN berkontribusi dalam penyelenggaraan Program...

Read more
Antam Klaim Siap Kelola, Terkait Titipan Aset dari Kejagung

Mudik Bersama BUMN dan ESDM, ANTAM Berangkatkan 500 Pemudik

18 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

Mudik Gratis BUMN 2026, PAL Indonesia Berangkatkan Ratusan Pemudik

18 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

BULOG Berangkatkan 750 Pemudik dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026

18 Maret 2026
Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam

Pelindo Tetap Beroperasi Penuh Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

18 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In