Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis kartu kredit signifikan selama pandemi. Hal ini mengingat pembatasan mobilitas dan aktivitas masyarakat cukup menjadi tantangan dalam ekspansi bisnis kartu kredit perbankan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat per akhir Juni 2021 tercatat ENR (End Net Receivables) tumbuh 12,8 persen jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu (year to date/ytd). Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan di tengah pandemi, bisnis kartu kredit BRI mampu mencatatkan pertumbuhan positif.
“Pada paruh kedua hingga akhir tahun ini kami optimistis bisnis kartu kredit BRI tetap akan mencatatkan pertumbuhan positif,” ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Senin (26/7).
Menurutnya perseroan berupaya mengembangkan bisnis kartu kredit melalui inovasi, diantaranya pengembangan akuisisi kartu kredit berbasis digital dengan mekanisme digital signature. Saat ini perseroan telah memiliki dua produk kartu kredit berbasis digital, yakni Ceria dan Paylater.
“Kedua produk yang baru diluncurkan pada akhir 2019 nyatanya disambut baik oleh masyarakat. Hal tersebut tercermin dari outstanding keduanya yang meningkat sembilan kali lipat secara yoy,” ucapnya.
Ke depan perseroan berupaya mengembangkan bisnis kartu kredit secara sehat dengan beberapa strategi diantaranya meningkatkan kerja sama co-brand untuk melayani berbagai segmen serta meningkatkan penetrasi yang lebih agresif sebagai produk digital lending.
“Dengan strategi tersebut, hingga akhir tahun BRI menargetkan pertumbuhan sales volume kartu kredit sebesar 11 persen yoy,” ucapnya.
Sumber Republika, edit koranbumn













