• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 24 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Holding Perkebunan PTPN III Target Pendapatan Tumbuh 12,21% pada 2021

by redaksi
20 Juni 2021
in Berita
0
Perubahan Susunan Dewan Komisaris PTPN III
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) alias PTPN III melihat peluang untuk menumbuhkan kinerja keuangan pada tahun ini. Holding BUMN di sektor perkebunan ini mengincar pendapatan (revenue) senilai Rp 44,2 triliun sepanjang tahun 2021.

Jika dibandingkan dengan raihan tahun lalu, target pendapatan tahun ini tumbuh 12,21%. Corporate Secretary Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Imelda Alini Pohan mengungkapkan, realisasi pendapatan tahun 2020 mencapai Rp 39,39 triliun, tumbuh sekitar 11,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

RelatedPosts

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

Meski di tengah pandemi covid-19, dia mengklaim transformasi bisnis yang dijalankan PTPN mulai menunjukkan hasil yang positif. Selain pertumbuhan pendapatan, pada tahun lalu EBITDA PTPN juga mencatatkan kenaikan 17,91% secara tahunan menjadi Rp 6,84 triliun. Jumlah aset PTPN Group pun tumbuh 3,85% menjadi Rp 132,36 triliun.

Sepanjang tahun 2020, sambung Imelda, PTPN telah menjalankan program prioritas dengan sejumlah pencapaian kunci yang telah diselesaikan. Seperti operational excellence, restrukturisasi organisasi dan SDM, divestasi asset, optimalisasi dan kerjasama asset, serta restrukturisasi perusahaan dan transformasi keuangan.

“Terjadi penurunan rugi perseroan (net loss) cukup signifikan sehingga hal ini menunjukkan ada perbaikan kinerja dari sisi keuangan,” ujar Imelda kepada Kontan.co.id, Jum’at (18/6).

Asal tahu saja, sepanjang tahun lalu PTPN Group masih menderita rugi konsolidasi senilai Rp 1,13 triliun. Dengan sejumlah program dan target pertumbuhan pendapatan, PTPN pun optimistis bisa membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba. Pada tahun ini PTPN III memproyeksikan laba bersih sebesar Rp 596 miliar.

Imelda menerangkan, ada tiga pilar utama dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran PTPN Group tahun ini. Pertama, optimalisasi portofolio dan operational excellence. Kedua, commercial excellence dan ekspansi hilir. Ketiga, optimalisasi aset dan kemitraan strategis.

Ada sejumlah strategi bisnis PTPN Group yang akan diimplementasikan. Meliputi procurement excellence, menyelesaikan kajian bisnis green diesel (biodiesel) bekerjasama dengan PT Pertamina, sinergi BUMN antara PLN- PTPN – Perhutani dalam proyek co-firing PLTU PLN dengan biomassa PLTBiogas co-firing, serta mengembangkan bisnis ritel dan cakupan pelanggan.

Sebagai gambaran kinerja, Imelda menjelaskan bahwa memasuki Kuartal I hingga April 2021, kinerja operasional dan finansial PTPN Group cukup menjanjikan. Dari sisi operasional, produksi CPO mencapai 805.000 ton atau naik 17% secara tahunan. Terdiri dari CPO kebun sendiri sebanyak 637.000 ton dan pembelian pihak ketiga serara CPO sebesar 168.000 ton.

Selanjutnya, produksi gula di PTPN II mencapai 20.190 ton atau naik 160% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Produksi karet sebanyak 54.000 ton (naik 6%), dan teh sebanyak 17.000 ton (naik 9%).

Harga sejumlah komoditas yang membaik mendongkrak pendapatan hingga 44% dari Rp 9,3 triliun menjadi Rp 13,4 triliun sepanjang periode awal tahun ini. Sementara itu, Beban pokok penjualan naik 31% dari Rp 6,6 triliun menjadi Rp 8,7 triliun.

Holding Perkebunan Nasional pun mencatatkan pertumbuhan EBITDA hingga 97% dari Rp 1,6 triliun menjadi sekitar Rp 3,4 triliun.”Net Operating Cash Flow meningkat 29% dari Rp 2,6 triliun menjadi sekitar Rp 3,4 triliun. Untuk proyek-proyek strategis sudah mulai dijalankan, dengan pencapaian sudah mulai dihasilkan,” sebut Imelda.

Adapun luas areal perkebunan yang dikuasai PTPN Group memiliki luas 1,18 juta hektare, yang berlokasi di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Holding perkebunan nusantara PTPN III memiliki fokus pada komoditas utama seperti kelapa sawit, tebu, karet, teh dan kopi.

Selain itu, PTPN Group juga akan meningkatkan pendapatan dengan strategi optimalisasi aset non-core (non-perkebunan). Antara lain melalui kerjasama pembangunan kawasan industri terpadu/kawasan ekonomi khusus, kawasan pariwisata, energi terbarukan, residensial, hingga optimalisasi lahan untuk tambak.

“Diharapkan melalui kerjasama tersebut akan diperoleh peningkatan EBITDA perusahaan yang nantinya akan digunakan antara lain untuk menyelesaikan kewajiban PTPN Group kepada kreditur,” imbuh Imelda.

Asal tahu saja, total liabilitas PTPN Group per tahun 2020 lalu mencapai Rp 77 triliun. Imelda memastikan, pembayaran utang dilakukan sesuai jadwal angsuran sesuai Master Amendment Agreement (perjanjian restrukturisasi pinjaman PTPN Group) yang telah ditandatangani pada 21 Januari 2021 lalu. “Harapannya proses restrukturisasi yang dijalani sepanjang Maret 2020 – April 2021 dapat berjalan sesuai rencana,” sebutnya.

Untuk menunjang rencana kerja tahun ini, Holding Perkebunan Nusantara akan mengalokasikan capex sebesar Rp 6,7 triliun. Dana tersebut berasal dari kas internal senilai Rp 2,7 triliun, ditambah dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Capex digunakan untuk belanja modal kebun dan pabrik, dan modal kerja komoditas kelapa sawit dan tebu, dalam rangka melaksanakan program oprational excellence pabrik dan kebun,” pungkas Imelda.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Previous Post

48 Pemasok Batu Bara PLN akan Tambah Pasokan Sekitar 4,6 juta ton Hingga Akhir Tahun Ini

Next Post

BTN Proyeksikan Restrukturisasi Kredit Semakin Turun Menjadi Rp31,8 Triliun pada Akhir Tahun Ini

Related Posts

Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

24 Januari 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta
Berita

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas, BRI Berdayakan Lebih dari 42 Ribu Klaster Usaha

24 Januari 2026
Next Post
Dirut Pahala N. Mansury  Resmikan Gedung Baru Kantor Wilayah I BTN di Bekasi

BTN Proyeksikan Restrukturisasi Kredit Semakin Turun Menjadi Rp31,8 Triliun pada Akhir Tahun Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

Konsisten Berdayakan Desa, BNI Raih Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

4 hari ago
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB

Dari Belitung Timur untuk Indonesia Emas 2045, TIMAH Gelar Pelatihan Gernas Tastaka Fase 2 untuk Guru SD Belitung Timur

3 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Energi Alternatif Pengganti LPG, Pertamina Menjadi Offtaker Proyek Hilirisasi Batu bara menjadi DME

7 hari ago
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Hingga Desember 2025, Mandiri Utama Finance Mencatat Penyaluran Pembiayaan Mobil Baru Mencapai Rp13,2 triliun

3 hari ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

by redaksi
24 Januari 2026
0

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Zurich, Swiss, Rabu (21/01/2026), sekitar pukul 17.55 waktu setempat, untuk...

Read more
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In