• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 11 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

ID Food Mengungkap Kelangkaan Bahan Baku Plastik Terdampak Perang Timur Tengah

by redaksi
11 April 2026
in Berita
0
ID FOOD Siap Dukung Penguatan Pertanian Wilayah Indonesia Timur
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

32,46 Juta Pelanggan, Rekor Tertinggi KAI Group dalam 5 Tahun Terakhir

Perkuat Ekonomi Lokal, TIMAH Resmikan Gerai Komunitas UMKM dan Kreatif di Pelabuhan Tanjung Maqom Kundur

Danantara Terus Menata Keterlibatan BUMN dalam Proyek Strategis

Dampak konflik di Timur Tengah mulai merembet ke sektor pangan. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food mengungkapkan adanya kelangkaan bahan baku plastik yang berdampak pada proses pengemasan produk pangan.

Direktur Utama ID Food Ghimoyo mengatakan kondisi tersebut kini mulai dirasakan di berbagai lini produksi, khususnya yang bergantung pada kemasan berbahan plastik.

“Kami kesulitan yang sekarang lagi viral, lagi terasa di pihak kami sebagai pemain pangan, yaitu kesulitan kemasan. Jadi di semua pabrik-pabrik itu sudah mulai terasa kelangkaan biji plastik. Ini lebih krusial karena ini seluruh pangan, seluruh pupuk, seluruh beras itu menggunakan karung plastik. Lalu kemasan-kemasan kiloan, kemasan minyak goreng juga menggunakan bahan yang sama,” kata Ghimoyo dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPR, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Dia menjelaskan, kelangkaan tersebut berasal dari sisi pasokan bahan baku plastik yang mulai terbatas di tingkat pemasok. Kondisi ini turut dirasakan oleh mitra produsen kemasan yang bekerja sama dengan ID Food.

Namun, Ghimoyo menyebut pihaknya belum melihat dampak langsung ke harga jual akibat lonjakan harga plastik.

“Belum tahu [ada potensi kenaikan harga produk jadi atau tidak], karena cuma ini aja. Cuma ada kelangkaan itu aja. Kelangkaan suplainya,” terangnya.

Ghimoyo menjelaskan, kelangkaan pasokan bahan baku plastik tersebut sejauh ini baru dirasakan di lingkup internal ID Food, terutama melalui skema kerja sama maklon dengan sejumlah pemasok kemasan. Menurutnya, para pemasok yang memproduksi plastik dan kemasan telah menyampaikan adanya keterbatasan bahan baku.

Meski begitu, Ghimoyo menyebut, tekanan terhadap pasokan kemasan plastik saat ini masih terbatas pada fasilitas internal perusahaan, khususnya pabrik karung milik ID Food yang kapasitasnya relatif kecil secara nasional.

“Itu cuma efek di ini aja, di pabrik kita. Pabrik kita kan ada pabrik karung. Tapi secara nasional kan kita punya kecil sekali,” ucapnya.

Asosiasi Produsen Plastik Hilir Indonesia (Aphindo) sebelumnya mencatat lonjakan harga bahan baku plastik sudah merembet ke tingkat konsumen. Hal ini seiring dengan penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kelangkaan bahan baku plastik yang diikuti lonjakan harga hingga 50%.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Plastik Hilir Indonesia (Aphindo) Henry Chevalier berpandangan kondisi ini berpotensi memicu inflasi yang lebih luas, di tengah daya beli masyarakat yang sudah melemah.

Dia menjelaskan kenaikan biaya bahan baku plastik ini secara otomatis mengerek biaya produksi industri hilir, yang kemudian diteruskan ke harga produk akhir seperti kemasan makanan dan minuman (mamin), hingga produk farmasi.

“Kantong-kantong kresek saja yang tadinya harga berapa, sekarang sudah naik hampir 50% harganya,” ujar Henry saat dihubungi Bisnis, Minggu (5/4/2026).

Henry menjelaskan penutupan Selat Hormuz telah memicu gangguan serius pada rantai pasok bahan baku plastik. Kondisi ini membuat pelaku usaha tidak berani melakukan kontrak dengan pelanggan karena risiko kelangkaan pasokan, meskipun secara finansial mereka masih mampu.

Di sisi lain, upaya impor bahan baku plastik juga terganggu. Bahkan, dia menuturkan perusahaan asuransi disebut enggan menanggung pengiriman yang melintasi Selat Hormuz, sehingga pelayaran turut menahan risiko. Akibatnya, arus pasokan makin terhambat.

Selain itu, negara pemasok di Asia seperti China, Thailand, dan Vietnam kini lebih memprioritaskan kebutuhan domestik dan mulai membatasi ekspor. Sejumlah negara bahkan menahan pasokan untuk menjaga ketersediaan dalam negeri. Imbasnya, pasokan bahan baku plastik di dalam negeri berada pada level yang tidak aman.

Situasi ini turut mendorong lonjakan harga bahan baku plastik hingga 40%–50% di pasar. Kenaikan harga tersebut memperparah tekanan yang sudah dirasakan pelaku industri.

Apalagi, kemampuan industri petrokimia dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 50%–60% kebutuhan. Ini artinya, sekitar 40%–50% sisanya masih bergantung pada impor, terutama dari kawasan Timur Tengah dan sebagian dari China.

Menurutnya, terganggunya produksi akibat keterbatasan pasokan ini pada akhirnya akan berdampak langsung terhadap kemampuan perusahaan dalam mempertahankan tenaga kerja. Bahkan, indikasi pengurangan tenaga kerja disebut sudah mulai terlihat di sejumlah pelaku industri, meski masih dalam tahap awal.

“Ada beberapa yang mungkin mereka sudah mengarah ke sana [PHK]. Tapi, karena mereka masih punya modal, kita coba survive dulu ya. Tapi, arah ke sana [PHK] itu sudah ada beberapa industri kita yang sudah mengarah ke sana. Industri plastik hilirnya, yang kita sebagai pengguna bahan baku plastik,” pungkasnya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Destinasi Candi Borobudur Dipadati Ribuan WIsatawan saat Libur Lebaran 2026

Next Post

BP BUMN Mendorong Penguatan Peran AirNav untuk Tingkatkan Keselamatan dan Efisiensi Penerbangan

Related Posts

Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

32,46 Juta Pelanggan, Rekor Tertinggi KAI Group dalam 5 Tahun Terakhir

11 April 2026
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB
Berita

Perkuat Ekonomi Lokal, TIMAH Resmikan Gerai Komunitas UMKM dan Kreatif di Pelabuhan Tanjung Maqom Kundur

11 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Terus Menata Keterlibatan BUMN dalam Proyek Strategis

11 April 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta
Berita

TASPEN Raih Penghargaan sebagai Investor Strategis Surat Utang Negara Tahun 2025

11 April 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

Triwulan I 2026 Angkutan Retail KAI Capai 61.187 Ton, Dukung Pergerakan Ekonomi Masyarakat

11 April 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Perkuat Ekosistem Pembayaran Global, Livin’ by Mandiri Hadirkan Fitur QR Antar Negara di Korea Selatan

11 April 2026
Next Post
Kepala BP BUMN Dony Oskaria Memimpin Pelepasan 1.066 relawan BUMN dan 109 armada Bantuan Aksi Kemanusian Bencana Sumatera

BP BUMN Mendorong Penguatan Peran AirNav untuk Tingkatkan Keselamatan dan Efisiensi Penerbangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Capai Target Emisi, Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

3 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Konsolidasi Bisnis Manajemen Investasi, Bank Mandiri Telah Mengalihkan Anak Usaha Mandiri Manajemen Investasi

6 hari ago
Merger BUMN Pelabuhan, Pelindo II Jadi Surviving Entity

Pelindo Sinergi Lokaseva Raih Penghargaan Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026

2 hari ago
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 di JTTS Kelolaan Hutama Karya Berjalan Lancar, Trafik Capai 3,3 Juta Kendaraan

5 hari ago
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

32,46 Juta Pelanggan, Rekor Tertinggi KAI Group dalam 5 Tahun Terakhir

by redaksi
11 April 2026
0

KAI Group mencatat mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026 mencapai 32.460.915 pelanggan pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026....

Read more
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB

Perkuat Ekonomi Lokal, TIMAH Resmikan Gerai Komunitas UMKM dan Kreatif di Pelabuhan Tanjung Maqom Kundur

11 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Terus Menata Keterlibatan BUMN dalam Proyek Strategis

11 April 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

TASPEN Raih Penghargaan sebagai Investor Strategis Surat Utang Negara Tahun 2025

11 April 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Triwulan I 2026 Angkutan Retail KAI Capai 61.187 Ton, Dukung Pergerakan Ekonomi Masyarakat

11 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In