IndiHome telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai targetnya menggaet lebih dari sejuta pelanggan hingga akhir tahun ini. Manajemen IndiHome mengatakan, sampai dengan Maret 2021 total pelanggan IndiHome mencapai 8,1 juta dan di akhir tahun ditargetkan mencapai 9,6 juta.
SVP Corporate Communicaion & Investor Relation Telkom, Ahmad Reza mengatakan kegiatan belajar mengajar dan kerja dari rumah membuat seluruh aktivitas masyarakat bergantung kepada layanan fixed broadband.
“Hal ini telah dirasakan oleh IndiHome, hingga Maret 2021 IndiHome telah berhasil mencapai 133.000 pelanggan baru sehingga total pelanggan mencapai 8,1 juta menurut catatan kuartal I 2021,” jelasnya
Ahmad memaparkan, IndiHome memberikan beragam pilihan kecepatan dan layanan digital tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Sehingga, setiap paket IndiHome memiliki target pelanggannya masing-masing.
Percaya diri dengan layanannya, Ahmad bilang, IndiHome mencanangkan target pelanggan mencapai 9,6 juta hingga akhir tahun 2021. Strategi yang disiapkan IndiHome untuk mencapai target ini antara lain, memenuhi konektivitas negeri dan berupaya meningkatkan kualitas layanannya yang berfokus kepada customer experience.
“Hal ini dilakukan dengan menjaga traffik pelanggan dengan mengoptimalisasikan jaringan seperti monitoring jaringan mulai dari akses, network, service, backbone dan gateway untuk memastikan capacity dan realibility,” tegasnya.
Selain itu, IndiHome juga berupaya memastikan kecukupan bandwidth melalui system leading capacity. Untuk mencegah adanya gangguan, IndiHome senantiasa melakukan kegiatan proactive maintenance untuk meningkatkan performansi. Kemudian, preventive action untuk mencegah terjadi gangguan. Terakhir, predictive untuk memastikan kesiapan seluruh elemen network element.
IndiHome masih melihat prospek bisnis yang menjanjikan karena penetrasi fixed broadband di Indonesia baru menyentuh 15% dari total 69 juta rumah tangga. Ahmad bilang, peluang untuk meningkatkan penetrasi fixed broadband ke seluruh penjuru Indonesia masih terbuka lebar.
Untuk mewujudkan target tersebut, IndiHome telah menyiapkan sebanyak 20 juta port Optical Distribution Point (ODP) sampai tahun 2024.
IndiHome masih melihat prospek bisnis yang menjanjikan karena penetrasi fixed broadband di Indonesia baru menyentuh 15% dari total 69 juta rumah tangga. Ahmad bilang, peluang untuk meningkatkan penetrasi fixed broadband ke seluruh penjuru Indonesia masih terbuka lebar.
Untuk mewujudkan target tersebut, IndiHome telah menyiapkan sebanyak 20 juta port Optical Distribution Point (ODP) sampai tahun 2024.
Sumber KOntan, edit koranbumn
















