Program cofiring biomassa merupakan salah satu upaya mendukung bauran energi nasional yang telah dicanangkan pemerintah pada tahun 2025. PT Indonesia Power sebagai anak usaha terbesar milik PLN terus melakukan peningkatan Cofiring di pembangkitnya sesuai roadmap tahun 2025.
Pada tahun 2020 lalu, IP telah berhasil melakukan komersial cofiring pada PLTU Jeranjang dan PLTU Suralaya 1-4. Di tahun 2021, keberhasilan berlanjut di PLTU Lontar, PLTU Suralaya 5-7, dan PLTU Labuan. Kegiatan Golive Cofiring dilakukan secara daring yang dihadiri oleh Direktur Bionergi Direktorat Jenderal EBTK Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Budi Wahyudi dan Direktur Mega Proyek & EBT PT PLN (Persero), M. Ikhsan Asaad.
Pada kesempatan ini, Direktur Mega Proyek dan EBT PLN, M. Ikhsan Asaad menyampaikan, Komersialisasi Cofiring PLTU Suralaya 1-4, PLTU Banten 2 Labuan dan PLTU Banten 3 Lontar dimasa pandemi adalah terobosan bagus. Golive Cofiring ini menegaskan keberhasilan Komersial Cofiring IP. Dengan penambahan tiga pembangkit lagi menunjukkan keseriusan Indonesia Power dalam mendukung program pemerintah dan akan terus dilaksanakan dalam menghijaukan PLTU lain di Indonesia dalam mencapai target EBT ditahun 2025.
Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal EBTKE, Andriah Feby Misna mengucapkan selamat dan apresiasi atas upaya IP, mendorong terus implementasi cofiring dalam mencapai target bauran EBT 23% ditahun 2025. Dampak positif sudah nampak dari target walau baru sebesar 11%, jalan masih jauh dan panjang, jalan kita untuk sampai pada target tanpa harus mengelurakan investasi yang besar. Penggunaan batubara kedepan akan terus ditekan, sambil menunggu teknologi dan kombinasi pengunaan cofiring yang tepat. Sertifikasi bahan baku beberapa sudah didapat, lainnya akan menyusul.















