Hasil panen juga sangat bergantung terhadap kondisi tanah masing-masing lokasi lahan. Untuk itu, pemupukan yang diberikan juga harus menyesuaikan.
Ini merupakan tantangan besar bagi Petrokimia Gresik, seperti yang disampaikan oleh Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Dr. (H.C.) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam seminar nasional “Peran Industri Pupuk dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional” yang diselenggarakan Petrokimia Gresik, Minggu (04/04/2021).
Petrokimia Gresik harus mampu berinovasi untuk menjawab tantangan ini dengan mengembangkan produk spesifik lokasi yang tidak hanya memperhatikan kondisi tanah, tapi juga faktor pendukung pertanian lain seperti pengairan. Pasalnya, kandungan air dalam irigasi juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan tanaman.
Menjawab tantangan ini, Petrokimia Gresik telah melakukan berbagai inovasi. Diantaranya memproduksi NPK Kebomas, pupuk NPK yang mempunyai 14 formulasi khusus yang menyesuaikan kondisi lokasi.
Selain itu, terdapat juga layanan Mobil Uji Tanah (MUT) yang bisa digunakan oleh petani untuk menguji kesuburan tanahnya hanya dengan membawa sampel, tanpa perlu datang ke laboratorium.
Saat ini, sudah ada 15 MUT yang tersebar di berbagai wilayah mulai dari Gresik hingga Tanah Karo, Sumatera Utara.
“Mobil ini dialokasikan untuk 15 daerah tersebut, tapi tidak menutup kemungkinan juga melayani daerah di sekitarnya. Apa yang disampaikan Wantimpres sejalan dengan strategi Petrokimia Gresik untuk menjadi market leader dan dominant player di sektor agroindustri,” ujar Dwi Satriyo Annurogo, Dirut Petrokimia Gresik.








