PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) melanjutkan ekspansi usaha. Kabar terbaru, IPCC resmi menjalin kerja sama dengan Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatra Utara, untuk pengoperasian terminal kendaraan di wilayah tersebut.
Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, Rio Theodore Natalianto Lasse menyebutkan, mekanisme kerja sama antara IPCC dan Cabang Pelabuhan Belawan adalah dengan skema revenue sharing.
Pelabuhan Belawan semula bagian dari Pelabuhan Indonesia 1 (Persero). Dengan mergernya empat entitas Pelindo (1, 2, 3, 4) dalam satu Grup Pelabuhan Indonesia (Persero), maka kerjasama yang saling membangun akan mudah terwujud.
Penjajakan kerja sama IPCC dan Pelabuhan Belawan berupa penandatanganan nota kesepahaman keduanya berawal pada 12 November 2020 di Jakarta. Kala itu, Pelabuhan Belawan masih menjadi bagian dari Pelindo 1 dan IPCC masih menjadi bagian dari Pelindo 2.
Berlokasi di Pelabuhan Belawan, pada 16 November 2021, manajemen IPCC bersama manajemen Cabang Pelabuhan Belawan telah meneken MoU Rencana Kerjasama Pengoperasian Terminal Kendaraan.
Sepanjang delapan bulan tahun 2021, Cabang Pelabuhan Belawan telah melayani bongkar muat kendaraan sebanyak 39.415 unit CBU, tumbuh 35,77% dibandingkan realisasi di periode yang sama tahun lalu sebanyak 29.030 unit CBU.
Di masa mendatang, kerjasama dengan pola serupa maupun pola lain dapat terbuka antara IPCC dengan cabang pelabuhan lainnya. Cabang Pelabuhan Pelindo lain yang menjadi target adalah cabang yang memiliki potensi untuk mengoperasikan terminal kendaraan, baik dari segi throughput/kargo kendaraan maupun kesediaan lahan.
Setelah menggaet Pelabuhan Belawan, target terdekat IPCC adalah pelabuhan di Makassar dan Surabaya. “Semoga akhir tahun ini sudah bisa masuk Makassar, kemudian Surabaya pada tahun depan,” ucap Rio.
Dengan pola kerja sama antara IPCC dan cabang pelabuhan lainnya, maka dapat menciptakan pelayanan bongkar muat kendaraan dengan standar internasional. Hal ini lantaran IPCC telah memiliki pengalaman dan kompetensi dalam pelayanan bongkar muat kendaraan.
Per 30 September 20201, IPCC membukukan pendapatan operasi senilai Rp 347,77 miliar. Jumlah itu tumbuh 39,54% dibandingkan pendapatan operasio di periode yang sama tahun lalu senilai Rp 249,23 miliar.
Dari sisi bottom line, IPCC meraup laba tahun berjalan senilai Rp 16,60 miliar hingga akhir kuartal ketiga tahun ini. Pencapaian ini jauh lebih baik ketimbang periode sama tahun lalu yang rugi tahun berjalan Rp 32,73 miliar
Sumber Kontan, edit koranbumn















