• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 4 Februari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Jalan Tol Trans Sumatera Menjadi Infrastruktur Penopang Ekonomi Sumatra

by redaksi
10 April 2022
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini, kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menjadi salah satu penopang ekonomi di Sumatra. PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mencatat JTTS yang menghubungkan Pulau Jawa menuju Pulau Sumatra khususnya di Provinsi Lampung dan Sumatra Utara, telah memberikan manfaat yang signifikan bagi berbagai industri, salah satunya menguntungkan industri logistik dengan memperlancar jalur logistik antar wilayah. Sehingga, proses pendistribusian barang menjadi lebih cepat dan memangkas biaya angkutan yang dikeluarkan.

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengatakan bahwa Hutama Karya selaku pengelola ruas-ruas JTTS memastikan setelah hadirnya JTTS di Sumatra, telah tercipta pusat ekonomi baru. Salah satunya yaitu melalui proporsi prioritas UMKM lokal yang ada di Rest Area.

RelatedPosts

Pertamina NRE Resmi Catat Kepemilikan 20% Saham CREC di Bursa Efek Filipina

Setelah 52 Tahun, The Nusa Dua Hadirkan Wajah Baru: ITDC Melaksanakan Kick-off Proyek Rejuvenasi The Nusa Dua

Sambut Mudik Lebaran 2026, Tiket Kereta Api Reguler Terjual 382.047 Tiket

“Saat ini kami memprioritaskan minimal 30% space lahan untuk UMKM lokal di masingmasing rest area yang dikelola dengan harga sewa yang lebih rendah dari harga komersil, sehingga masyarakat sekitar dapat tetap mengembangkan usahanya. Selain itu, banyak wisatawisata baru yang hadir setelah adanya JTTS, salah satunya yakni Tubaba Islamic Centre & Pasar Sarijadi dengan melibatkan desainer interior ternama Andra Matin,” ujar Budi.

Lebih lanjut Budi menyampaikan bahwa banyak industri yang bisa dikembangkan di Sumatra, mulai dari industri pengolahan hasil hutan, perkebunan, industri tekstil, hingga industri elektronik dan otomotif. Untuk menopang industri hilir, industri baja, petrokimia, dan industri barang modal bisa dibangun di Sumatra, dalam satu kawasan terintegrasi yang posisinya dekat dengan pelabuhan dan bandara. Setiap kawasan industri yang dibangun memiliki industri yang terintegrasi, hulu hingga hilir. Untuk menopang industri elektronik dan otomotif, diperlukan industri baja yang ada di satu kawasan.

Demikian pula dengan industri hulu tekstil. “Seluruh industri tersebut bisa terintegerasi dan ditopang oleh JTTS, sebagai jalur utama yang menghubungkan setiap provinsi di Sumatra saat ini dan kedepannya,” imbuh Budi.

Tak sampai di situ, di Provinsi Lampung terdapat salah satu produsen nanas dalam kaleng terbesar di dunia. Nanas olahan yang diproduksi oleh Great Giant Pineapple tersebut, berlokasi di Lampung dengan luas lahan produksi mencapai 33 ribu hektar.

Perusahaan yang berhasil memproduksi nanas dalam kaleng sebanyak 200 ribu ton per tahun, yang terdiri dari jus serta konsentrat nanas. Sejauh ini, Great Giant Pineapple pun telah memasarkan ke lebih dari 60 negara tujuan ekspor di Eropa, Amerika, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Pasifik. Tak hanya nanas, Sumatra juga dikenal sebagai penghasil pisang berkualitas merek “Sunpride” oleh PT Sewu Segar Nusantara yang memiliki luas lahan 3500 hektar. Lokasi perkebunannya tak jauh dari Bandar Lampung, tepatnya di perbatasan Taman Nasional Way Kambas, Kecamatan Labuhan Batu, Lampung Timur. (sumber website resmi perusahaan)

“Dengan adanya JTTS di wilayah Lampung, Hutama Karya berharap dapat berkontribusi untuk memperlancar distribusi pemasaran buah lokal tersebut,” lanjutnya.

Begitu pula dengan Provinsi Sumatra Utara, hadirnya JTTS tak hanya akan mempermudah kecepatan dan konektivitas antar kabupaten, melainkan dapat menumbuhkan potensi-potensi ekonomi baru seperti seperti ke Kawasan Wisata Bukit Lawang Ecotourist, Tangkahan, Wisata Rohani Tuan Guru dan Tanjung Pura di Kabupaten Langkat. “Kami pastikan, kesempatan ini sangat baik untuk mengembangkan potensi daerah yang dikelola masyarakat lokal,” imbuh Budi.

Potensi tumbuhnya pariwisata imbas JTTS pun terjadi di wilayah sekitar Ruas Bakter, Terpeka dan Mebi. Pasalnya, wilayah tersebut menjadi lebih mudah untuk di akses. Tak sedikit pula wisatawan dari arah Pulau Jawa menuju Pulau Sumatra melintas di JTTS untuk roadtrip dengan destinasi wisata yang berada di ruas – ruas tersebut. “Seperti Pantai Pasir Putih, Taman Nasional Way Kambas, & Little Europe yang berada di sekitar Lampung atau Wisata Bukit Lawang, Pemandian Pelaruga, Wisata Tangkahan Langkat dan masih banyak wisata lainnya.” tuturnya.

JTTS SEMAKIN DIMINATI MASYARAKAT

Memasuki 3 tahun diresmikannya JTTS, Hutama Karya memastikan peminat tol ini semakin tinggi setiap tahunnya. Hal ini tergambar dari terus meningkatnya volume kendaraan yang melintas di JTTS. “Tercatat pertumbuhan Lalu lintas Rata-rata Harian (LHR) pada 2021 di JTTS mengalami kenaikan hingga 19,78 persen dari 2020. Nantinya trafik kendaraan JTTS akan terus membaik menjelang ruas-ruas di JTTS terhubung secara penuh dari Lampung hingga Aceh,” terang Budi.

Meskipun akibat pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM menyebabkan volume kendaraan sempat mengalami penurunan, trafik kendaraan terus membaik. Setiap harinya masyarakat semakin tahu manfaat JTTS karena telah memangkas lama tempuh. Sebelum adanya JTTS, pengemudi yang ingin menuju kota Palembang dari arah Pulau Jawa dapat menempuh waktu hingga 12 jam perjalanan, setelah adanya JTTS pengemudi hanya menempuh 4-5 jam perjalanan saja. “Dengan efisiensi waktu tersebut berdampak pada biaya transportasi & perawatan kendaraan yang lebih efisien, kecepatan pendistribusian barang logistik hingga kualitas barang menjadi lebih baik,” tuturnya.

Previous Post

Waskita Ditunjuk untuk Bangun Infrastruktur Jaringan Gas Bumi Rumah Tangga di Tiga Kota Senilai Rp92 Miliar

Next Post

Berita Singkat BUMN : Pos Indonesia, Jasa Marga, Pertamina, Jasa Raharja, Bio Farma, Kimia Farma

Related Posts

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

Pertamina NRE Resmi Catat Kepemilikan 20% Saham CREC di Bursa Efek Filipina

3 Februari 2026
Catat Performa Positif Sepanjang 2025, ITDC Tunjukkan Daya Saing Kawasan
Berita

Setelah 52 Tahun, The Nusa Dua Hadirkan Wajah Baru: ITDC Melaksanakan Kick-off Proyek Rejuvenasi The Nusa Dua

3 Februari 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

Sambut Mudik Lebaran 2026, Tiket Kereta Api Reguler Terjual 382.047 Tiket

3 Februari 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

BULOG dan KEMENHAJ Matangkan Persiapan Ekspor Beras ke Arab Saudi

3 Februari 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Sinergi Tanggap Bencana di Kabupaten Bandung Barat, Bank Mandiri Distribusikan Bantuan bagi Warga Terdampak

3 Februari 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

PLN Memanfaatkan hingga 3,44 juta ton FABA Secara Berkelanjutan Sepanjang 2025

3 Februari 2026
Next Post
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Surveyor Indonesia, Petrokimia Gresik, Peruri, WIKA Gedung, Pusri, PLN, Bulog, Danareksa

Berita Singkat BUMN : Pos Indonesia, Jasa Marga, Pertamina, Jasa Raharja, Bio Farma, Kimia Farma

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Dirut Pertamina Drilling, Avep Disasmita Menegaskan Hulu Migas Tetap Jadi Tulang Punggung Energi di Tengah Transisi Global

4 hari ago
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

PLN Mengalihkan Sebagaian Kepemilikan Saham IBC kepada Antam dan Inalum

14 jam ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Berencana Mengembangkan KRL Menghubungkan Jakarta ke Cikampek dan Sukabumi pada 2026

3 hari ago
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB

Menjaga Asa Lewat Pendidikan, Langkah Nyata TIMAH dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045

6 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

Pertamina NRE Resmi Catat Kepemilikan 20% Saham CREC di Bursa Efek Filipina

by redaksi
3 Februari 2026
0

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi menjadi pemegang saham pada emiten perusahaan raksasa Energi Baru & Terbarukan (EBT)...

Read more
Catat Performa Positif Sepanjang 2025, ITDC Tunjukkan Daya Saing Kawasan

Setelah 52 Tahun, The Nusa Dua Hadirkan Wajah Baru: ITDC Melaksanakan Kick-off Proyek Rejuvenasi The Nusa Dua

3 Februari 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Sambut Mudik Lebaran 2026, Tiket Kereta Api Reguler Terjual 382.047 Tiket

3 Februari 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

BULOG dan KEMENHAJ Matangkan Persiapan Ekspor Beras ke Arab Saudi

3 Februari 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Sinergi Tanggap Bencana di Kabupaten Bandung Barat, Bank Mandiri Distribusikan Bantuan bagi Warga Terdampak

3 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In