Gempa bumi dengan titik pusat di Kabupaten Malang terjadi pada 10 April (6,1 SR dengan kedalaman gempa 80 KM pada pukul 14.00) dan 11 April (5,2 SR dengan kedalaman gempa 102 KM pukul 14.00) dengan dampak di 15 Kabupaten dan Kota. Gempa bumi ini telah merusak puluhan bangunan rumah warga hingga fasilitas umum.
–
Untuk memastikan kondisi Bendungan akibat kejadian gempa ini, PJT I telah melaksanakan inspeksi keamanan Bendungan di DAS Brantas dan Bengawan Solo yang diketahui merasakan gempa dengan kekuatan IV MMI pada Bendungan Sengguruh, Sutami, Wlingi, Lodoyo, dan Wonorejo, berkekuatan III MMI pada Bendungan Selorejo dan Wonogiri dan berkekuatan II MMI pada Bendungan Widas- Bening. Kegiatan inspeksi yang dilakukan meliputi pengecekan visual serta pengukuran deformasi tubuh bendungan. Data hasil analisa dan evaluasi dilaporkan kepada Balai Teknik Bendungan dan kepada Ditjen SDA serta Kepala Komisi Keamanan Bendungan.
–
Dari hasil evaluasi diketahui bahwa secara visual kondisi kedelapan bendungan yang dikelola PJT I dalam kondisi baik dan siap operasi, tidak terlihat adanya amblesan, longsoran, maupun rembesan yang berlebih. Selanjutnya dari hasil pembacaan instrumen (tekanan air pori, rembesan, dan sumur pantau) yang terpasang di tubuh bendungan menunjukkan bahwa bendungan dalam kondisi normal tidak terdapat adanya anomali. Berdasarkan hasil analisis stabilitas lereng yang telah disampaikan kepada Kepala Balai Teknik Bendungan dan Komisi Keamanan Bendungan dalam laporan pemeriksaan besar sebelumnya, diketahui bahwa bendungan-bendungan di Wilayah Kerja PJT I aman terhadap kondisi skenario gempa Operating Basis Earthquake (OBE) dan Maximum Design Earthquake (MDE).
















