Kegiatan patroli air rutin dilakukan untuk mengetahui kondisi pencemaran yang terjadi utamanya di Kali Surabaya. Bersama dengan instansi terkait, Selasa 25 Mei 2021 dilakukan patroli air yang menghasilkan sejumlah temuan diantaranya terkait banyaknya perahu tambang yang masih beroperasi serta tumpukan sampah di bantaran sungai.
Setidaknya tercatat sebanyak 54 perahu penyeberangan orang dan motor (perahu tambang) yang masih beroperasi, tiga lainnya sedang rusak. Selain itu ditemukan ratusan titik pembuangan sampah di bantaran Kali Surabaya. Data di atas didata tim patroli air dari wilayah Wringin Anom, Gresik hingga Gunungsari, Surabaya.
Menyikapi maraknya perahu tambang ini, PJT I akan memastikan keberadaan izin formal dari perahu penyeberangan di Kali Surabaya. Selain itu yang juga menjadi perhatian adalah pemenuhan kelengkapan keamanan dan keselamatan para pengguna perahu yang beroperasi.
Langkah strategis yang akan dilakukan untuk menangani serangkaian permasalahan yakni mensurvei ulang data terkait sampah bantaran yang telah kami peroleh dari hasil patroli. Hasilnya akan kami paparkan dihadapan Pemkab Gresik, Sidoarjo dan Pemkot Surabaya untuk kemudian dapat disusun rencana aksi penangangan sampah serta permasahalan lain yang sebenarnya menjadi kewajiban dari Pemerintah Daerah setempat.
Sumber JT1, edit koranbumn














