PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 488.998 pelanggan menggunakan KA Brantas sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan konsistensi permintaan masyarakat terhadap layanan kereta api jarak jauh yang menghubungkan wilayah barat, tengah, hingga timur Pulau Jawa melalui relasi Pasar Senen–Semarang–Blitar (pp).
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa kinerja KA Brantas mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal yang terjadwal, terjangkau, serta menjangkau pusat-pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata regional.
“KA Brantas melayani lintasan panjang dengan karakter penumpang yang beragam. Peningkatan sarana sejak Oktober 2024 semakin mendukung kenyamanan perjalanan jarak jauh yang konsisten,” ujar Anne.
Sejak 17 Oktober 2024, KA Brantas menggunakan kereta ekonomi New Generation Modifikasi dengan tata ruang lebih ergonomis, pencahayaan yang lebih baik, serta interior yang mendukung perjalanan lintas provinsi. Pembaruan ini selaras dengan pola perjalanan pelanggan KA Brantas yang melintasi banyak kota dalam satu perjalanan.
Dari sisi wilayah, lintasan KA Brantas berada pada kawasan dengan mobilitas penduduk yang tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi “Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2024” mencatat bahwa wilayah Pantura Jawa Tengah seperti Cirebon, Tegal, Pekalongan, dan Semarang merupakan pusat perdagangan, jasa, dan industri pengolahan yang membentuk arus pergerakan penduduk antarkota secara aktif.
Di Jawa Timur, kota-kota yang dilalui KA Brantas seperti Madiun, Kediri, Tulungagung, dan Blitar tercatat dalam Statistik Pariwisata Provinsi Jawa Timur 2024 sebagai wilayah dengan pergerakan penduduk domestik yang kuat dan aktivitas ekonomi regional yang berkembang. Konektivitas langsung dengan Jakarta dan Jawa Tengah mempercepat mobilitas masyarakat untuk kepentingan kerja, keluarga, dan sosial.
Lintasan KA Brantas juga memiliki keterkaitan dengan perkembangan Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah. Berdasarkan BPS Jawa Tengah 2024, kawasan ini berkembang sebagai pusat manufaktur baru yang menyerap tenaga kerja lintas daerah. Stasiun-stasiun di wilayah Pekalongan dan Tegal berada dalam radius keterjangkauan kawasan tersebut, sehingga jalur KA Brantas mendukung mobilitas pekerja dan aktivitas pendukung industri di koridor Pantura.
Dari sisi pariwisata, jalur KA Brantas membuka akses menuju berbagai destinasi unggulan. Semarang berperan sebagai simpul wisata sejarah dan kuliner Jawa Tengah, sementara Kediri dan Blitar dikenal sebagai kawasan wisata alam, religi, dan sejarah di Jawa Timur. BPS melalui “Domestic Tourism Statistics 2024” mencatat bahwa perjalanan wisatawan nusantara masih didominasi pergerakan domestik antardaerah, sehingga transportasi kereta api menjadi moda yang relevan untuk mendukung mobilitas wisata darat.
Dengan melayani hampir setengah juta pelanggan sepanjang 2025, KA Brantas berkontribusi dalam memperlancar mobilitas penduduk, memperkuat keterhubungan wilayah, serta mendorong perputaran ekonomi di kota-kota yang dilalui.
“KAI terus menjaga layanan kereta api agar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika wilayah melalui penguatan konektivitas dan kenyamanan perjalanan,” tutup Anne.
Sumber KAI
















