KAI Commuter, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan dua trainset baru CLI 225 buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, mulai hari ini, Selasa (16/12/2025).
Public Relations Manager KAI Commuter Indonesia (KCI) Leza Arlan menyampaikan, kereta yang mengusung tema “Gelombang Ombak” dalam livery, telah mulai beroperasi penuh untuk melayani penumpang.
“Sudah selesai uji coba, sudah operasional untuk layanan pengguna mulai hari ini,” ujarnya kepada Bisnis,Selasa (16/12/2025).
Sebagaimana diketahui, KAI telah memesan 12 trainset dari INKA dan telah datang sebanyak empat trainset. Dua di antaranya telah beroperasi, dan dua sisanya masih dalam proses sertifikasi.
Kereta karya anak bangsa ini melaju di rel Jabodetabek dalam rangka optimalisasi layanan KRL Commuter Line untuk masyarakat dari daerah penyangga. Kereta ini pun menggantikan rangkaian yang sudah berusia tua (replacement).
KRL CLI 225 ini sudah modernisasi, baik interior dan eksteriornya, dengan menggunakan teknologi terbaru dan tampilan yang elegan akan menciptakan perjalanan yang berbeda.
Adapun, filosofi Tema “Gelombang Ombak” menggambarkan ritme naik turunnya yang tak pernah berhenti. Lebih dari sekadar gerakan air, gelombang merepresentasikan dinamika kehidupan, perubahan, dan kekuatan perusahaan dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Melihat secara eksterior, CLI 225 memiliki 12 kereta (SF12) setiap trainsetnya. Terdapat 16 jendela kaca pada sisi kanan/kiri setiap kereta dan dua air conditioner pada setiap kereta.
CLI 225 juga memiliki delapan pintu otomatis pada sisi kanan/kiri di setiap kereta dan dilengkapi dua ruang pengemudi masinis.
Melihat interior kereta, CLI 225 hampir mirip dengan CLI 125 dari China, yang dilengkapi papan informasi digital yang terdapat di atas pintu otomatis. Pada rangkaian ini juga terdapat ruang khusus kursi roda. Perbedaannya, CLI 225 menggunakan warna kursi prioritas biru tua.
Selain itu, CLI 225 juga dilengkapi dengan CCTV rangkaian yang terletak di bagian atas, bagasi pengguna, emergency intercom, emergency door, safety hammer, tangga darurat, dan kotak P3K.
Sistem teknologi pada kereta buatan dalam negeri ini telah menggunakan sistem traksi Variable Voltage Variable Frequency (VVVF) terbaru dan sudah memiliki Train Monitoring System (TMS).
Artinya, semua pengoperasian terpusat untuk meningkatkan keselamatan serta keandalan operasional kereta.
Untuk diketahui, kereta ini merupakan bagian pesanan KAI sebanyak 12 kepada INKA. Rencananya, 12 trainset yang dipesan dari INKA akan beroperasi pada pertengahan 2026 mendatang, di luar penambahan 30 rangkaian KRL permintaan Presiden Prabowo Subianto.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















