“Jadi Rp1,8 triliun ini adalah PMN yang diberikan ke KAI dalam rangka untuk membayar KRL-KRL baru itu. Jadi karena 12 kereta itu datang otomatis begitu datang akan kita lakukan pembayaran,” kata Purnomo dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Purnomo menambahkan, 12 trainset kereta itu dibidik akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun tepatnya pada Juni 2026.
Nantinya, 12 trainset itu akan dioperasikan untuk menunjang operasional Kereta Rel Listrik (KRL) lin Cikarang (blue line) dan lin Bogor (red line).
Untuk diketahui sebelumnya, suntikan modal dari negara tersebut sebagaimana tercantum dalam Salinan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 51/2025 tentang penambahan PMN ke dalam modal Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam rangka pelaksanaan penugasan oleh KAI.
Adapun, 12 trainset baru itu sepenuhnya diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA.
Sebelumnya, Public Relations Manager KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan, PMN tersebut bukanlah untuk pengadaan trainset atau rangkaian gerbong kereta baru lagi ataupun pengadaan kereta sebagaimana permintaan Prabowo Subianto.
“Tidak termasuk [30 trainset permintaan Prabowo]. Ini masih masuk di PMN pengadaan sarana KRL sebelumnya,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (21/1/2026).
Leza menuturkan, sebelumnya KAI Commuter telah berencana melakukan pengadaan kereta dari China, yakni CRRC Sifang, dan PT INKA. Kereta impor dari China seluruhnya telah datang yang berjumlah 11 trainset. Sementara dari PT INKA baru hadir empat trainset dari rencana 16 trainset.
Dengan demikian, jumlah sarana baru yang telah beroperasi dari replacement KRL yang dikonservasi sebanyak 15 trainset, terdiri dari CLI-125 (CRRC) 11 trainset dan CLI-225 (INKA) 4 trainset.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














