PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai mengangkut rel untuk pembangunan prasarana kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sebanyak 60 batang dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Rancaekek Kabupaten Bandung pada Sabtu (3/4). VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, KAI menargetkan seluruh rel yang akan diangkut dapat selesai pada September 2021.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai mengangkut rel untuk pembangunan prasarana kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sebanyak 60 batang dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Rancaekek Kabupaten Bandung pada Sabtu (3/4). VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, KAI menargetkan seluruh rel yang akan diangkut dapat selesai pada September 2021.
Sebelum melakukan angkutan rel tersebut, KAI telah melakukan beberapa tahapan uji coba. Joni mengatakan, uji coba dilakukan untuk mengetahui kemampuan jalur rel pada titik-titik kritis atau lengkung yang dilewati serta kecepatan optimal kereta angkutannya.
Uji coba pertama dilakukan pada 26 Oktober 2020 tanpa muatan rel. Uji coba kedua dilakukan pada 6 November 2020 dengan muatan 10 batang rel dan uji coba yang ketiga dilakukan pada 7 November 2020 dengan muatan 20 batang rel.
“Dalam rangkaian uji coba dan angkutan tersebut KAI terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait seperti PT KCIC, tenaga ahli dari China (CARS), Sinohydro, dan Sinotrans,” jelas Joni.
Rel kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut didatangkan dari Cina menuju Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap lalu dimuat ke atas KLB dengan rangkaian 12 gerbong datar di Stasiun Cilacap Pelabuhan. KLB angkutan rel tersebut selanjutnya diberangkatkan dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Rancaekek dan akan dibongkar di Depo Tegalluar, Rancaekek untuk didistribusikan ke jalur KCJB.
Sumber Republika, Edit koranbumn















