VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyampaikan, hingga pukul 15.00 WIB, total KAI Commuter telah mengoperasikan enam dari tujuh perjalanan Kereta Petani dan Pedagang.
Seluruh kereta ini dirangkaikan dengan layanan Commuter Line Merak pemberangkatan Stasiun Rangkasbitung dan Stasiun Merak. Sesuai jadwal pemberangkatan Commuter Line Merak saat ini, nantinya pelayanan Kereta Pedagang dan Petani akan melayani 14 perjalanan tiap harinya.
“Terpantau hari ini, Stasiun Cikeusal merupakan stasiun pemberangkatan pengguna Kereta Petani dan Pedagang paling banyak,” kata Karina kepada Bisnis, Senin (1/12/2025).
Pengguna dari kalangan petani dan pedagang ini mendapatkan ruang khusus untuk keranjang dan barang bawaan.
Alhasil, mereka terpisah dengan pengguna reguler Commuter Line Merak lainnya. Agar pengguna reguler dan petani dengan pedagang saling nyaman.
Karina menyampaikan untuk volume pengguna reguler Commuter Line Merak hingga sore ini, telah mencapai 8.405 pengguna.
Untuk memberikan kemudahan dalam menggunakan layanan ini, KAI Commuter mengimbau kepada calon penggunanya untuk melakukan registrasi di loket-loket stasiun dengan mengisi formulir dan membawa kartu identitas untuk mendapatkan Kartu Petani dan Pedagang.
Kemudahan-kemudahan dengan memiliki Kartu Petani dan Pedagang memungkinkan pengguna dalam melakukan pemesanan dan pembelian tiket kereta petani dan pedagang mulai H-7 keberangkatan di loket stasiun Commuter Line Merak.
Selain itu, pemilik Kartu Petani dan Pedagang ini dapat melakukan boarding atau masuk ke area ruang tunggu di stasiun dua jam sebelum jadwal keberangkatannya.
Setiap penumpang hanya diperkenankan membawa barang maksimal sebanyak dua koli atau dua tentengan dengan dimensi masing-masing tidak melebihi 100 cm x 40 cm x 30 cm.
Untuk barang bawaan yang berbau menyengat, hewan ternak, dan barang yang mudah terbakar serta senjata tajam/api, dilarang dibawa di kereta petani dan pedagang ini.
“Diharapkan kehadiran layanan Kereta Petani dan Pedagan ini dapat memberikan nilai tambah bagi pergerakan roda ekonomi di Kawasan sektitar wilayah operasional Commuter Line,” tutup Karina.
Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub Arif Anwar menyebutkan bahwa DJKA siap mendukung sepenuhnya agar pengoperasian Kereta Petani dan Pedagang dapat berlangsung optimal.
Arif mengungkapkan, kereta khusus ini beroperasi menggunakan subsidi atau Public Service Obligation (PSO) guna memastikan harga tiket layanan ini terjangkau oleh masyarakat.
“Kami instruksikan kepada KAI Commuter melalui skema PSO untuk mematok tarif Kereta Petani dan Pedagang pada harga Rp3.000 seperti tarif layanan Commuter Line Merak agar tidak memberatkan masyarakat,” tegas Arif.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















