PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tengah mengkaji rencana pengadaan 30 rangkaian kereta (train set) baru dengan total nilai investasi mencapai Rp5 triliun. Rencana ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka penguatan layanan transportasi publik nasional.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan kapasitas angkut penumpang tetap optimal seiring dengan proyeksi pertumbuhan pengguna yang diperkirakan mencapai 406 juta orang pada 2026.
Hingga saat ini, KCI masih melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat terkait skema pendanaan proyek tersebut. Direktur Utama KCI Mochamad Purnomosidi menyampaikan bahwa seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi dan perseroan kini menunggu penetapan mekanisme transaksi.
“Saat ini kami sedang mengajukan kelengkapan administrasi dan menunggu arahan pusat mengenai mekanisme keuangannya, apakah nanti bentuknya Penyertaan Modal Negara [PMN] atau metode lainnya. Kami sudah bersurat menyampaikan konsep pengadaan 30 train set ini berdasarkan arahan Bapak Presiden terkait anggaran Rp5 triliun tersebut,” ungkap Purnomo dalam konferensi pers kinerja KAI Commuter 2025, Senin (26/1/2026).
Adapun, rencana pengadaan 30 rangkaian kereta tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, replacement atau peremajaan armada dengan mengganti sarana kereta yang sudah tidak efisien. Kedua, penambahan frekuensi perjalanan di berbagai lintas guna mengurangi kepadatan penumpang, khususnya pada jam sibuk (peak hour).
Armada baru ini juga direncanakan untuk memperkuat seluruh lintas listrik. Salah satunya adalah mendorong lintas Rangkasbitung agar dapat segera melayani rangkaian panjang 12 kereta (SF12), seiring dengan rencana peningkatan infrastruktur daya oleh Kementerian Perhubungan. Saat ini, lintas tersebut masih terbatas pada rangkaian 10 kereta (SF10).
“Kami mendorong peningkatan daya agar lintas Rangkasbitung bisa segera dioperasikan dengan rangkaian 12 kereta [SF12]. Jika infrastruktur daya sudah siap dan armada baru telah tersedia, maka kapasitas angkut di rute tersebut bisa naik signifikan,” tambahnya.
Komitmen pengadaan armada ini berakar dari kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Stasiun Manggarai serta peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada 4 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa jajaran KAI awalnya mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp4,8 triliun, yang kemudian dibulatkan menjadi Rp5 triliun.
“Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu. Uangnya kita hemat demi kepentingan rakyat di atas segala kepentingan,” tegas Presiden di hadapan awak media.
Presiden juga memberikan tantangan kepada manajemen KAI agar pengadaan 30 rangkaian kereta baru tersebut dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun. Target ini diberikan meskipun sebelumnya KAI sempat menyampaikan estimasi penyelesaian selama enam bulan.
Keputusan pengalokasian dana tersebut diambil setelah Presiden Prabowo menjajal langsung layanan Kereta Rel Listrik (KRL), melakukan tap kartu secara mandiri, serta menyapa para penumpang. Presiden memuji kebersihan dan kenyamanan kereta saat ini, namun menekankan perlunya peningkatan kapasitas guna menghindari kepadatan berlebih.
Dengan dukungan anggaran Rp5 triliun tersebut, KAI Commuter optimistis pengadaan 30 train set baru akan menghadirkan layanan yang lebih andal dan modern untuk menjawab lonjakan jumlah penumpang yang terus meningkat setiap tahun.
Sumber Bisnis, edit koranbumn

















