• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 10 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Kinerja 3 Bank Syariah BUMN Sebelum Resmi Merger 1 Februari 2021

by redaksi
31 Januari 2021
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
0
SHARES
163
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Merger tiga bank syariah BUMN yakni PT Bank BRIsyariah Tbk. PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah, akan efektif pada 1 Februari 2021 atau pekan depan.

Bank hasil merger tersebut akan menjadi bank syariah terbesar nasional dan diharapkan masuk dalam rangking ke-7 terbesar di antara perbankan nasional dan menjadi salah satu pemain top ten global dari sisi kapitalisasi pasar.

RelatedPosts

Edukasi Publik tentang Pertambangan Berkelanjutan, PTBA Dukung Film Dokumenter “The Mind Journey

BNI–PBSI Perkuat Langkah Atlet Indonesia di BAC 2026

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Indonesia Bangkit sebagai “Rising Giant” Dunia

Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi menyatakan merger akan menghasilkan kinerja keuangan yang solid. Per Desember 2020, total laba tiga bank syariah tersebut mencapai Rp2,19 triliun.

Lantas, bagaimana perbandingan kinerja tiga bank syariah peserta merger tersebut?

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2020, hanya BNI Syariah yang tercatat membukukan penurunan laba. Sementara itu, Mandiri Syariah dan BRIsyariah membukukan pertumbuhan laba.

Mandiri Syariah tetap menyumbang nilai laba paling besar terhadap total laba tiga bank syariah BUMN. Sumbangan terbesar berikutnya berasal dari BNI Syariah dan di posisi akhir yakni BRI Syariah

1. Mandiri Syariah

PT Bank Syariah Mandiri membukukan perolehan laba bersih perusahaan senilai Rp1,43 triliun per Desember 2020, naik 12,51 persen dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Perolehan laba sepanjang tahun lalu ditopang pertumbuhan pembiayaan dan membaiknya rasio pendanaan murah yang dikelola perusahaan. Pembiayaan Mandiri Syariah tahun lalu tumbuh 10,43 persen secara tahunan, dari Rp75,54 triliun menjadi Rp83,43 triliun. Adapun DPK naik 12,80 persen yoy, dari Rp99,81 triliun menjadi Rp112,58 triliun.

Pembiayaan Mandiri Syariah yang tumbuh positif didorong kontribusi kenaikan pembiayaan segmen ritel sebesar 18,41 persen yoy menjadi Rp53,24 triliun.

Kinerja positif pembiayaan segmen ritel ini didukung produk layanan berbasis emas (cicil emas dan gadai emas) yang naik 32,23 persen yoy menjadi Rp3,94 triliun dan pembiayaan konsumer (pembiayaan mitraguna, pembiayaan pensiunan, pembiayaan kepemilikan kendaraan dan rumah) yang naik 29,13 persen menjadi Rp39 triliun selama 2020. Adapun untuk segmen corporate banking naik 4,83 persen yoy menjadi Rp23,43 triliun.

Dari sisi kualitas pembiayaan, Mandiri Syariah mampu mengimbangi pertumbuhan pembiayaan yang solid sepanjang 2020 dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang terjaga, di mana NPF netto tercatat 0,72 persen dan NPF gross sebesar 2,51 persen.

Dalam hal pendanaan, kinerja positif terjadi karena ditopang pertumbuhan dana tabungan hingga 18,73 persen menjadi Rp47,25 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata pertumbungan tabungan secara nasional yang berkisar di angka 15,65 persen (Oktober).

2. BNI Syariah

PT Bank BNI Syariah mencatat laba bersih tahun berjalan senilai Rp505,11 miliar per 31 Desember 2020. Jumlah tersebut turun 16,25 persen dari laba pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp603,15 miliar.

Dari sisi aset, BNI mencatatkan kenaikan aset double digital sebesar 10,06 persen secara tahunan menjadi Rp55,01 triliun dari sebelumnya Rp49,98 triliun pada 2019.

Kenaikan aset didukung oleh peningkatan dana pihak ketiga sebesar 9,6 persen secara yoy menjadi Rp47,97 triliun, dari sebelumnya Rp43,77 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan dana murah dalam bentuk giro dan tabungan berkontribusi terhadap kenaikan DPK dengan rasio 66,4 persen pada 2020. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019 yang sebesar 63,1 persen.

Dari sisi pembiayaan, sepanjang 2020 BNI Syariah mencatat realisasi sebesar Rp33,05 triliun dengan komposisi pembiayaan seimbang. Segmen konsumer berkontribusi Rp17,06 triliun (23,3 persen), serta segmen kecil dan menengah Rp6,12 triliun (18,5 persen).

Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah berusaha menjaga kualitasnya dengan rasio NPF yang dijaga di kisaran tahun lalu. Perusahaan juga tetap menjaga tingkat pencadangan pembiayaan yang memadai dengan coverage ratio di angka 116,33 persen.

3. BRIsyariah

PT Bank BRIsyariah Tbk. mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 235,14 persen secara yoy menjadi Rp248 miliar per kuartal IV/2020. Dari sisi aset, BRIsyariah tercatat sebesar Rp57,7 triliun atau meningkat 33,8 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Selain mencatat pertumbuhan laba, pertumbuhan pembiayaan dan dana murah perseroan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Penyaluran pembiayaan sepanjang tahun lalu sebesar Rp40 triliun atau tumbuh 46,24 persen secara yoy.

Pertumbuhan pembiayaan yang signifikan ditopang oleh segmen ritel (SME, Mikro dan Konsumer) untuk memberikan imbal hasil yang lebih optimal. Secara rinci, pembiayaan mikro mencatat pertumbuhan tertinggi yakni 163 persen yoy menjadi Rp10,7 triliun.

Selain mikro, penyaluran pembiayaan untuk segmen kecil dan menengah sebesar Rp7,4 triliun atau tumbuh sebesar 65 persen yoy.

Pertumbuhan penyaluran pembiayaan juga diiringi perbaikan kualitas pembiayaan. NPF BRIsyariah pada bulan Desember 2020 tercatat 1,7 persen, turun dibandingkan dengan Desember 2019.

Dari sisi dana pihak ketiga, BRIsyariah mencatat pertumbuhan sebesar 44,61 persen. Pertumbuhan DPK ditopang oleh pertumbuhan dana murah sejalan dengan strategi pengendalian beban biaya dana.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Dukungan ANTAM Tangani Dampak Bencana Alam di Berbagai Wilayah di Indonesia

Next Post

Sepanjang 2020, Mandiri Syariah Bukukan Pertumbuhan Pembiayaan Naik 10,43 Persen

Related Posts

Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA
Berita

Edukasi Publik tentang Pertambangan Berkelanjutan, PTBA Dukung Film Dokumenter “The Mind Journey

9 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI–PBSI Perkuat Langkah Atlet Indonesia di BAC 2026

9 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Indonesia Bangkit sebagai “Rising Giant” Dunia

9 April 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berita

BTN UMKM: Solusi Perbankan Terintegrasi untuk Akselerasi Bisnis Anda

9 April 2026
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Surveyor Indonesia, Petrokimia Gresik, Peruri, WIKA Gedung, Pusri, PLN, Bulog, Danareksa
Berita

Berita Singkat BUMN : BP BUMN – Danantara, LEN, Jamkrindo, Petrokimia, KAI Logistik, JMRB, Jasa TIrta 2, WIKA Beton, PTPN 1, KAI Logistik, Krakatau Infrastruktur, Krakatau Properti, Jasa Marga, Perindo, INTI

9 April 2026
Merger BUMN Pelabuhan, Pelindo II Jadi Surviving Entity
Berita

Kurangi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, Kemenhub Mendorong Pelindo Menyiapkan Pelabuhan Alternatif di Bali

9 April 2026
Next Post
Bank Syariah Mandiri Imbau Nasabah Bayar Pelunasan Biaya Haji Secara Digital

Sepanjang 2020, Mandiri Syariah Bukukan Pertumbuhan Pembiayaan Naik 10,43 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”

Kementerian Kebudayaan Jajaki Kolaborasi dengan Danantara dan Jasa Raharja Hadirkan Museum Film di Kota Tua Jakarta

2 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Indonesia Umumkan Investasi di Labuan Bajo untuk Dorong Pariwisata Indonesia dan Perekonomian Lokal

5 hari ago
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Ajak Nasabah Kurangi Emisi Lewat Fitur wondr earth, Hitung Jejak Karbon hingga Tanam Pohon

3 hari ago
Kemnaker Siapkan Reward bagi Perusahaan yang Fasilitasi Peserta MagangHub Kantongi Sertifikasi Kompetensi

Kemnaker Siapkan Reward bagi Perusahaan yang Fasilitasi Peserta MagangHub Kantongi Sertifikasi Kompetensi

2 hari ago
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA
Berita

Edukasi Publik tentang Pertambangan Berkelanjutan, PTBA Dukung Film Dokumenter “The Mind Journey

by redaksi
9 April 2026
0

PT Bukit Asam (Persero) Tbk, anggota Holding Pertambangan MIND ID, turut mendukung produksi film dokumenter "The Mind Journey: For Indonesia...

Read more
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Rencana Kerja 2026, Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

9 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI–PBSI Perkuat Langkah Atlet Indonesia di BAC 2026

9 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Indonesia Bangkit sebagai “Rising Giant” Dunia

9 April 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

BTN UMKM: Solusi Perbankan Terintegrasi untuk Akselerasi Bisnis Anda

9 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In